Gadis Ketagihan di Entot Ayah Tiri | Tempat Cerita Sex
Home » Kisah Perawan » Gadis Ketagihan di Entot Ayah Tiri

Gadis Ketagihan di Entot Ayah Tiri

VIMAX Vimax

Cerita Dewasa Selingkuh dengan Ayah Tiri – Hallo baru kali ini saya menulis cerita mumpung masih ingat di benakku, saya sedikit sedikit merangkai dan saya kirim ke blog tempatceritasex.org perkenalkan nama saya Riska saya sekarang bersekolah di bangku SMK kelas 2, saya mendapat pengalaman yang bergitu tidak enak di kehidupan tapi enak di rasakan dimana saya berselingkh dengan bapak tiriku.

Secara singkat tentang bentuk tubuhku, banyak yang bilang saya itu cantik teman sekelas juga bilang begitu rata rata, karena saya juga ada keturunana cinanya dan arab, kulit putih hidung mancung dan ada sedikti bulu bulu tipis di tanganku.

Cerita Sex Gadis Ketagihan di Entot Ayah Tiri

cerita ngentot gadis SMK, cerita mesum ayah tiri, cerita dewasa papa tiri, cerita sex terlengkap selingkuh ayah tiri, cerita panas terbaru , cerita hot papa tiri, kentu dengan ayah tiri, nyepong kontol ayah

Memang siang ini cuacanya cukup panas, satu persatu pakaian yang menempel di tubuhku kulepas. Kuakui, kendati masih ABG tapi saya memiliki tubuh yang lumayan montok. Jika melihat lekuk-lekuk tubuh ini tentu saja mengundang jakun pria manapun untuk tersedak. Dengan rambut kemerah-merahan & tinggi 167 cm, saya tampak dewasa.

Sekilas, siapapun mungkin tak percaya kalau aku adalah seorang pelajar. Apalagi jika memakai pakaian casual kegemaranku. Mungkin sebab pertumbuhan yang begitu cepat atau memang sudah keturunan, entahlah. Tapi yang jelas cukup mempesona, wajah oval dengan leher jenjang, uh.. entahlah.

Pagi tadi sebelum berangkat ke sekolah, seperti biasanya saya berpamitan dengan kedua orangtuaku. Cium pipi kiri & kanan adalah rutinitas & menjadi tradisi di keluarga ini. Tapi yang menjadi perhatianku siang ini adalah ciuman Papa.

Seusai sarapan pagi, saat Mama beranjak menuju dapur, saya terlebih dahulu mencium pipi Papa. Bapak Robi (begitu namanya) bukan mencium pipiku saja, tapi bibirku juga. Sesaat itu, saya sempat terpaku sejenak. Entah sebab kaget untuk menolak atau menerima perlakukan itu, saya sendiri tak tahu.

Bapak Robi sudah setahun ini menjadi Bapak tiriku. Sebelumnya, Mama sempat menjanda tiga tahun. Sebab saya & kedua adikku masih butuh seorang ayah, Mama akhirnya menikah lagi. Bapak Robi memang termasuk pria tampan. Usianya pun baru 38 tahun. Sahabat-sahabat sekolahku banyak yang cerita kalau saya bersukur punya Bapak Robi.

cerita ngentot gadis SMK, cerita mesum ayah tiri, cerita dewasa papa tiri, cerita sex terlengkap selingkuh ayah tiri, cerita panas terbaru , cerita hot papa tiri, kentu dengan ayah tiri, nyepong kontol ayah

“Salam ya sama Bapak kamu..” ledek sahabat-sahabatku.

Saya sendiri sebenarnya sedikit grogi kalau berdua dengan Bapak. Tapi dengan kasih sayang & pengertian layaknya seorang sahabat, Bapak pandai mengambil hatiku. Hingga akhirnya saya sangat akrab dengan Papa, bahkan terkadang kelewat manja. Tapi Mama tak pernah protes, malah dia tampak bahagia melihat keakraban kami.

Tapi ciuman Bapak tadi pagi sungguh diluar dugaanku. saya memang terkadang sering melendot sama Bapak atau duduk sangat dekat saat menonton TV. Tapi ciumannya itu lho. saya masih ingat saat bibir Bapak menyentuh bibir tipisku.

Walau hanya sekejab, tapi cukup membuat bulu kudukku merinding jika membayangkannya. Mungkin sebab saya belum pernah memiliki pengalaman dicium lawan jenis, sehingga saya begitu terkesima.

“Ah, mungkin Bapak nggak sengaja..” pikirku.

Esok paginya seusai sarapan, saya mencoba untuk melupakan kejadian kemarin. Tapi saat saya memberikan ciuman ke Mama, Bapak beranjak dari tempat duduknya & menuju kamar. Mau tak mau kuikuti Bapak ke kamar.

Saya pun segera berjinjit untuk mencium pipi Bapak. Respon Bapak pun kulihat biasa saja. Dengan sedikit membungkukkan tubuh atletisnya, Bapak menerima ciumanku. Tapi setelah kucium kedua pipinya, tiba-tiba Bapak mendaratkan bibirnya ke bibirku. Serr.., darahku sesaat berdesir.

Apalagi bulu-bulu kasarnya bergesekan dengan bibir atasku. Tapi entah kenapa saya menerimanya, kubiarkan Bapak mengulum lembut bibirku. Hembusan nafas Bapak Robi menerpa wajahku. Hampir satu menit kubiarkan Bapak menikmati bibirku.

“Baik-baik di sekolah ya.., pulang sekolah jangan keluyuran..!” begitu yang kudengar dari Bapak.

Sejak kejadian itu, hubungan kami malah semakin dekat saja. Keakraban ini kunikmati sekali. saya sudah dapat merasakan nikmatnya ciuman seorang lelaki, kendati itu dilakukan Bapak tiriku, begitu yang tersirat dalam pikiranku. Darahku berdesir hangat jika kulit kami bersentuhan.

Begitulah, setiap berangkat sekolah, ciuman ala Bapak menjadi tradisi. Tapi itu rahasia kami berdua saja. Bahkan pernah satu hari, saat Mama di dapur, saya & Bapak berciuman di meja makan. Malah saya sudah berani memberikan perlawanan.

cerita ngentot gadis SMK, cerita mesum ayah tiri, cerita dewasa papa tiri, cerita sex terlengkap selingkuh ayah tiri, cerita panas terbaru , cerita hot papa tiri, kentu dengan ayah tiri, nyepong kontol ayah

Lidah Bapak yang masuk ke rongga mulutku langsung kuhisap. Bapak juga begitu. Kalau tak memikirkan Mama yang berada di dapur, mungkin kami akan melakukannya lebih panas lagi.

Hari ini cuaca cukup panas. saya mengambil inisiatif untuk mandi. Kebetulan saya hanya sendirian di rumah. Mama membawa kedua adikku liburan ke luar kota sebab lagi liburan sekolah. Dengan hanya mengenakan handuk putih, saya sekenanya menuju kamar mandi. Setelah membersihkan tubuh, saya merasakan segar di tubuhku.

Begitu hendak masuk kamar, tiba-tiba satu suara yang cukup akrab di telingaku menyebut namaku.

“Ris.. Ris.., Bapak pulang..” ujar lelaki yang ternyata Bapakku.

“Kok cepat pulangnya Pak..?” tanyaku heran sambil mengambil baju dari lemari.

“Iya nih, Bapak capek..” jawab bapak dari luar.

“Kamu masak apa..?” tanya bapak sambil masuk ke kamarku.

Aku sempat kaget juga. Ternyata pintu belum dikunci. Tapi saya coba tenang-tenang saja. Handuk yang melilit di tubuhku tadinya kedodoran, saya ketatkan lagi. Kemudian membalikkan tubuh. Bapak rupanya sudah tiduran di ranjangku.

“Ada deh..,” ucapku sambil memandang Bapak dengan senyuman.

“Ada deh itu apa..?” tanya Bapak lagi sambil membetulkan posisi tubuhnya & memandang ke arahku.

“Memangnya kenapa Pak..?” tanyaku lagi sedikit bercanda.

“Nggak ada racunnya kan..?” candanya.

“Ada, tapi kecil-kecil..” ujarku menyambut canda Bapak.

“Kalau gitu, Bapak bisa mati dong..” ujarnya sambil berdiri menghadap ke arahku.

Saya sedikit gelagapan, sebab posisi Bapak tepat di depanku.

“Kalau Bapak mati, gimana..?” tanya Bapak lagi.

Aku sempat terdiam mendengar pertanyaan itu.

“Lho.., kok kamu diam, jawab dong..!” tanya Bapak sambil menggenggam kedua tanganku yang sedang memegang handuk.

Saya kembali terdiam. saya tak tahu harus bagaimana. Bukan jawabannya yang membuatku diam, tapi keberadaan kami di kamar ini. Apalagi kondisiku setengah bugil. Belum lagi terjawab, tangan kanan Bapak memegang daguku, sementara sebelah lagi tetap menggenggam tanganku dengan hangat. Ia angkat daguku & saya menengadah ke wajahnya.

Saya diam saja diperlakukan begini. Kulihat pancaran mata Bapak begitu tenangnya. Lalu kepalanya perlahan turun & mengecup bibirku. Cukup lama Bapak mengulum bibir merahku. Perlahan tapi pasti, saya mulai gelisah. Birahiku mulai terusik. Tanpa kusadari kuikuti saja keindahan ini.

Nafsu remajaku mulai keluar saat tangan kiri Bapak menyentuh toketku & melakukan remasan kecil. Tak hanya bibirku yang dijamah bibir tebal Papa. Leher jenjang yang ditumbuhi bulu-bulu halus itu pun tak luput dari sentuhan Bapak. Bibir itu kemudian berpindah ke telingaku.

“Pak..” kataku saat lidah Bapak masuk & menggelitik telingaku.

Bapak kemudian membaringkan tubuhku di atas kasur empuk.

“Pak.. nanti ketahuan Mama..” sebutku mencoba mengingatkan Mama.

Tapi Bapak diam saja, sambil menindih tubuhku, bibirku dikecupnya lagi. Tak lama, handuk yang melilit di tubuhku disingkapkannya.

“Riska, tubuh kamu sangat harum..” bisik Bapak lembut sambil mencampakkan guling ke bawah.

Dalam posisi ini, Bapak tak puas-puasnya memandang tubuhku. Bulu halus yang membalut kulitku semakin meningkatkan nafsunya. Apalagi begitu pandangannya mengarah ke toketku.

“Kamu udah punya pacar, Ris..?” tanya Bapak di telingaku.

Aku hanya menggeleng pasrah.

Bapak kemudian membelai dadaku dengan lembut sekali. Seolah-olah menemukan mainan baru, Bapak mencium pinggiran toketku.

“Uuhh..,” desahku saat bulu kumis yang dipotong pendek itu menyentuh dadaku, sementara tangan Bapak mengelus pahaku yang putih. Puting susu yang masih merah itu kemudian dikulum.

“Pa.. oohh..” desahku lagi.

“Pa.. nanti Mamm..” belum selesai kubicara, bibir Bapak dengan sigap kembali mengulum bibirku.

“Bapak sayang Riska..” kata Bapak sambil memandangku.

Sekali lagi saya hanya terdiam. Tapi sewaktu Bapak mencium bibirku, saya tak diam. Dengan panasnya kami saling memagut. Saat ini kami sudah tak memikirkan status lagi. Puas mengecup putingku, bibir Bapak pun turun ke perut & berlabuh di selangkangan.

Bapak memang pintar membuatku terlena. saya semakin terhanyut saat bibir itu mencium kemaluanku. Lidahnya kemudian mencoba menerobos masuk. Nikmat sekali rasanya.

Tubuhku pun mengejang & merasakan ada sesuatu yang mengalir cepat, siap untuk dimuntahkan.

“Ohh, ohh..” desahku panjang.

Bapak rupanya tahu maniku keluar, lalu dia mengambil posisi bersimpuh di sebelahku. Lalu mengarahkan tanganku ke batang kemaluannya.

Kaget juga saya melihat batang kemaluannya Papa, besar & tegang. Dengan mata yang sedikit tertutup, saya menggenggamnya dengan kedua tanganku. Setan yang ada di tubuh kami seakan-akan kompromi. Tanpa sungkan saya pun mengulum benda itu saat Bapak mengarahkannya ke mulutku.

“Terus Ris.., oh.. nikmatnya..” gumamnya.

Seperti berpengalaman, saya pun menikmati permainan ini. Benda itu keluar masuk dalam mulutku. Sesekali kuhisap dengan kuat & menggigitnya lembut. Tak hanya Bapak yang merasakan kenikmatan, saya pun merasakan hal serupa. Tangan Bapak mempermainkan kedua putingku dengan tangannya.

Sebab birahi yang tak tertahankan, Bapak akhirnya mengambil posisi di atas tubuhku sambil mencium bibirku dengan ganas. Kemudian kejantanannya Bapak menempel lembut di selangkanganku & mencoba menekan. Kedua kakiku direntangkannya untuk mempermudah batang kemaluannya masuk. Perlahan-lahan kepala penis itu menyeruak masuk menembus selaput dinding mekiku.

“Sakit.. pa..” ujarku.

“Tenang Sayang, kita nikmati saja..” jawabnya.

Pantat Bapak dengan lembut menekan, sehingga penis yang berukuran 17 cm & berdiameter 3 cm itu mulai tenggelam keseluruhan. Sekian Cerita Mesum Sedarah Ayah Tiri