Sahabat Yang Akhirnya Menyetubuhi | Tempat Cerita Sex
BandarQ online
Home » Kisah Sahabat » Sahabat Yang Akhirnya Menyetubuhi

Sahabat Yang Akhirnya Menyetubuhi

VIMAX Vimax

Cerita Sex Pasangan Ter sange, Wanita Haus Sex – Vania adalah wanita cantik dengan mata sipit berambut panjang hitam, di kehidupan vania tentunya memerlukan laki laki yang membuat dia nyaman kalau di sisinya, salah satunya adalah pongky dia saling kenal saat berada di belanda mereka sama sama kuliah di sana, dan keturuan Indonesia juga, awalnya Vania hanya menganggap dia sebatas teman tapi semaki hari vania merasakan getaran getaran cinta.

Kisah Dewasa = Cerita Sex Terbaru

Selama kuliah, relasi mereka tak pernah lebih dari sahabat. Baru sesudah keduanya lulus, relasi itu agak berubah. Kebetulan Vania mendapat pekerjaan di sebuah perusahaan Inggris yang memiliki kantor cabang di Indonesia, & Pongky pernah pula bekerja paruh waktu di kantor yang sama.

Mereka sering bepergian berdua, & akhirnya memutuskan untuk tinggal bersama dalam 1 apartemen. Sejak itulah, relasi seksual menjadi bagian dari persahabatan mereka. Hanya saja, persahabatan itu tak pernah berkembang lebih jauh. Keduanya tak pernah saling mengucap cinta, & keduanya tahu bahwa masing-masing punya orang-orang lain yang dicintai.

Cerita Mesum Sahabat Yang Akhirnya Menyetubuhi

ngentot teman, ngentot sahabat, cerita sex pasangan sange terbaru, kentu memek sahabat, wanita sange, wanita horny, sange berat, kentu di atas ranjang, sahabat bermesraan, cerita dewasa sahabat tersange

Pongky adalah pria Asia satu-satunya yang bercinta dengan Vania, & bagi Vania ia adalah sesuatu yang sangat istimewa. Tetapi Vania juga tahu, perbedaan budaya keluarga mereka berdua sangatlah besar untuk dijembatani dengan sesuatu yang lebih jauh dari persahabatan. Maka jadilah relasi keduanya sebagai relasi persahabatan & seksual belaka.

Beberapa kali mereka pernah mencoba melihat peluang untuk meningkatkan relasi, tetapi sekian kali pula mereka merasa tak menemukan persamaan.

Tak berapa lama sesudah Vania mendapat kedudukan manajer & dikirim ke Indonesia untuk mewakili perusahaannya, Pongky mendapat pekerjaan di Amerika Serikat. Perasaan duka menyelimuti keduanya saat kenyataan itu tiba. Sesudah hampir dua tahun hidup bersama, sulit juga rasanya berpisah.

Walaupun tak menangis, Vania merasa sebuah kekosongan terjadi dalam hidupnya saat mereka berpisah di Heathrow Airport di London. Mereka berjanji akan terus berrelasi, karena toh Pongky masih memiliki orang tua di Jakarta & sesekali akan datang menjenguk Vania.

Saat pesawat British Airways yang membawanya ke Indonesia sudah berada 10.000 kaki di atas permukaan bumi, Vania menghela nafas panjang, & tiba-tiba menyadari bahwa kedua matanya ternyata agak basah oleh air mata.

Begitulah akhirnya Vania & Pongky dipisahkan oleh Lautan Pasifik. Kantor Pongky ada di Boston, & Vania di Jakarta. Tetapi untunglah ada e-mail yang dapat menjadi media bertukar berita di antara mereka. & sesudah dua bulan, keduanya menjadi sama-sama sibuk & perlahan-lahan semakin jarang bertukar berita.

Pada bulan keenam di Indonesia, Vania sudah hampir tak pernah mengirim & menerima e-mail dari Pongky, & kesibukan membuatnya tak terlalu merasa kehilangan.

ngentot teman, ngentot sahabat, cerita sex pasangan sange terbaru, kentu memek sahabat, wanita sange, wanita horny, sange berat, kentu di atas ranjang, sahabat bermesraan, cerita dewasa sahabat tersange

Hingga suatu hari, di bulan September, sembilan bulan sesudah mereka berpisah, Vania mendapat sepotong berita pendek dari Pongky ..will visit my old folks in this Thursday, see you there.. Vania terpana memandang layar PC-nya, seperti tak percaya bahwa ternyata ia akan segera berjumpa Pongky lagi. Dari tak percaya, perasaannya segera berubah gembira, & ia mengangkat kedua tangan sambil berteriak,

“Yess!”, membuat sekretarisnya terkejut.

“I’m okay, Hesti..” ucap Vania sambil tertawa kecil melihat sekretarisnya melongo, “I’m more than okay, actually..”

“Shall I write it down?” jawab Hesti menggoda, karena ia memang sedang bersiap menerima dikte dari boss wanitanya ini. Vania pun tambah keras terbahak.

Pongky tiba malam hari & langsung menuju rumah orang tuanya. Dari sana ia menelpon Vania, & membuat janji untuk berjumpa Sabtu siang ini. Dengan kaos t-shirt merah tua yang ketat & rok jean Lhesti’s, Vania datang ke rumah orang tua Pongky untuk menjemputnya.

Kedua orang tua Pongky telah mengenal Vania dengan baik, & keduanya memaksa Vania untuk makan siang, yang tentunya tak dapat ditolak.

Sebetulnya, makan siang itu enak sekali: ayam panggang bumbu rujak, gado-gado & udang goreng kering. Tetapi Vania & Pongky merasa tak lapar. Sejak berjumpa, yang ada di dalam diri mereka hanya gejolak rindu bercampur birahi. Bagi Vania, inilah pertama kali di Indonesia ia merasakan gejolak seperti itu.

Ia begitu ingin segera memeluk Pongky yang kini tampak lebih putih dengan rambut dicukur rapi. Ia ingin segera bercumbu dengan pria yang ia tahu sangat hangat di ranjang ini. Tetapi, di depan kedua orang tuanya & dua adik perempuannya,

ngentot teman, ngentot sahabat, cerita sex pasangan sange terbaru, kentu memek sahabat, wanita sange, wanita horny, sange berat, kentu di atas ranjang, sahabat bermesraan, cerita dewasa sahabat tersange

Vania menjaga diri sekuat hati. Untunglah Pongky membantunya dengan juga bersikap menahan diri. Kalau tak ada keluarga Pongky, mereka pasti sudah bergumul & bercumbu saat itu juga.

Sesudah tiga jam yang sangat menyiksa Vania & Pongky, sesudah minum kopi yang disediakan ibu, barulah mereka berdua dapat keluar rumah. Mereka bilang ingin jalan-jalan berdua, & kedua orang tua Pongky mengangguk mahfum, tanpa banyak tanya lagi. Maka sesudah berbasa-basi mengucapkan permisi, keduanya pun melesat menuju apartemen Vania di bilangan Kebayoran Baru. Pongky yang memegang setir, & Vania duduk rapat-rapat.

Sepanjang jalan, Vania meremas-remas paha Pongky, menggeser-geserkan payudaranya yang sintal ke lengan Pongky, membuat Pongky was-was takut menabrak mobil di depannya. Vania sudah sangat bergairah ingin bercumbu, & badannya terasa hangat seperti bara yang siap berkobar menjadi api.

Untunglah jalan-jalan tak terlalu ramai di Sabtu sore ini, sehingga akhirnya mereka tiba di apartemen Vania sebelum matahari terbuka. Cepat-cepat mereka keluar dari mobil & bagai dua remaja berlarian menuju lobby.

Sehingga di kamar apartemennya, Vania terburu-buru ke kamar mandi. Cepat-cepat diloloskannya celana dalam yang sudah agak basah di bagian bawahnya. Lalu ia masuk ke bath-tub & mengambil sabun wangi.

Diusapnya seluruh kewanitaanya dengan busa-busa sabun, lalu dibasuhnya dengan air hangat. Ia ingin agar kewanitaannya harum menggairahkan malam ini, karena ia tahu Pongky akan memberikan sesuatu yang selama ini menjadi favorit Vania: lidahnya yang panas & cekatan!

Keluar dari kamar mandi, Vania melihat Pongky sudah ada di kamar tidur, membuka kaos & jeans-nya, sehingga hanya bercelana dalam. Dengan mata bergairah, dipandangnya tubuh yang kokoh & atletis itu.

ngentot teman, ngentot sahabat, cerita sex pasangan sange terbaru, kentu memek sahabat, wanita sange, wanita horny, sange berat, kentu di atas ranjang, sahabat bermesraan, cerita dewasa sahabat tersange

Vania sangat mengagumi tubuh Pongky yang coklat kehitaman, tak seperti tubuhnya yang baginya terlalu putih. Sebuah denyut birahi terasa di kewanitaannya setiap kali Vania memandang tubuh lelaki itu. Cepat-cepat dibukanya t-shirt, beha & roknya, lalu ia segera menyusul Pongky ke kamar tidur.

Sejak dari rumah Pongky tadi, Vania sudah dilanda birahi. Ia ingin segera bermain cinta dengan lelaki menggairahkan ini. Terakhir kalinya ia berjumpa Pongky hampir setahun lalu, itu pun dalam sebuah permainan cinta yang terburu-buru, karena mereka sedang sama-sama sibuk.

Kejadiannya juga di sebuah motel kecil di Bedford, sesaat sebelum Vania berangkat ke Indonesia & Pongky bertugas ke Amerika Serikat.

Tanpa basa-basi, Pongky mendorong tubuh Vania ke kasur, menyebabkan gadis pirang yang seksi ini terjerembab di kasur empuk. Keduanya sudah seperti diburu-buru oleh nafsu yang bergejolak tak tertahankan.

Pongky menerkam tubuh putih mulus yang sintal & padat itu dengan penuh gairah. Vania menjerit manja menyambutnya. Mereka berguling-gulingan saling berciuman, saling meremas, saling menindih. Sprei & bantal segera berantakan dibuatnnya.

Pongky segera mengambil inisiatif kala tubuh mereka sudah terasa panas bergejolak. Didorongnya Vania dengan lembut agar tidur menelentang. Setengah dari badannya terletak di luar ranjang, sehingga kedua kakinya yang indah menggantung di pinggir ranjang.

Lalu Pongky berjongkok di antara kedua kaki Vania, & Vania dengan tegang menunggu layanan istimewa kekasihnya.

Inilah permainan pembukaan yang selalu dinantinya dengan penuh antisipasi. Belum apa-apa, Vania sudah bergidik menahan geli yang akan segera datang. Pongky pun menciumi paha yang mulus ditumbuhi bulu-bulu halus itu, membuat Vania mengerang pelan.

Apalagi kemudian Pongky mulai menjilati pahanya, menelusuri bagian bawah lututnya. Vania menggelinjang kegelian.

Vania merasa pahanya bergetar lembut saat lidah Pongky mulai menjalar mendekati selangkangnya. Panas & basah rasanya lidah itu, meninggalkan jejak sensasi sepanjang perjalanannya. Vania menggeliat kegelian saat akhirnya lidah itu hingga di pinggir bibir kewanitaannya yang telah terasa menebal.

Ujung lidah Pongky menelusuri lepitan-lepitan di situ, menambah basah segalanya yang memang telah basah itu. Terengah-engah, Vania mencengkeram rambut Pongky dengan satu tangan, perlahan menekan, memaksa pria itu segera menjilatnya di daerah yang paling sensitif.

Dengan satu tangan lainnya, Vania menguak lebar bibir-bibir basah di bawah itu, memperlihatkan liang kemerahan yang berdenyut-denyut, & sebuah tonjolan kecil di bagian atas yang telah mengeras.

Lidah Pongky menuju ke sana, perlahan sekali. Vania mengerang, “Come on.. come on..”, bisiknya gelisah. Rasanya lama sekali, membuat Vania bagai layang-layang yang sedang diulur pada saat seharusnya ditarik. Vania mati angin. Tak berdaya, tetapi sekaligus menikmati ketakberdayaan itu.

Pongky akhirnya menjilat bagian kecil yang menonjol itu, menekan-nekan dengan ujung lidahnya, memutar-mutar sambil menggelincirkannya. Vania menjerit tertahan, kedua tangannya melayang lalu jatuh mencengkram sprei. Geli sekali rasanya, ia hingga menggeliat mengangkat pantatnya, menyorongkan lebih banyak lagi kewanitaannya ke mulut Pongky. Serasa seluruh tubuhnya berubah menjadi cair, menggelegak bagai lahar panas.

Pongky kini menghisap-hisap tonjolan yang seperti sedang lari bersembunyi di balik bungkus kulit kenyal yang membasah itu. Tubuh Vania berguncang di setiap hisapan, sementara mulutnya tak berhenti mengerang.

Terlebih-lebih saat satu jari Pongky menerobos liang kewanitaannya, lalu mengurut-urut dinding atasnya, mengirimkan jutaan rasa geli bercampur nikmat ke seluruh tubuh Vania. Kedua kakinya yang indah terbuka lebar, terkuak sejauh-jauh mungkin, karena Vania ingin Pongky menjelajahi semua bagian kewanitaannya. Semuanya!

Maka Pongky pun melakukannya. Ia tak hanya menjilat & menghisap, tapi juga menggigit pelan, memutar-mutarkan lidahnya di dalam liang yang panas membara itu, mendenguskan nafas hangat ke dalamnya, membuat Vania berguncang-guncang merasakan nikmat yang sangat.

Dua jari Pongky kini bermain-main di sana, keluar-masuk dengan bergairah, menggelitik & menggosok-gosok, menekan-nekan & mengurut. Cairan-cairan hangat memenuhi seluruh kewanitaan Vania, mulai membasahi bibir & dagu Pongky.

Jari-jari yang keluar-masuk itu pun telah basah, menimbulkan suara berkecipak yang seksi. Vania menggelinjang tak tahan lagi, merasakan puncak birahi melanda dirinya. Matanya terpejam menikmati sensasi yang meletup-letup di sela-sela pahanya, di pinggulnya, di perutnya, di dadanya, di kepalanya, di mana-mana!

Pongky merasakan kewanitaan Vania berdenyut liar, bagai memiliki kehidupan tersendiri. Warnanya yang merah basah, kontras sekali dengan rambut-rambut pirang di sekitarnya, & dengan tubuhnya yang putih seperti pualam.

Dari jarak yang sangat dekat, Pongky dapat melihat betapa liang kewanitaan Vania membuka-menutup & dinding-dindingnya berdenyut-denyut, sepertinya jantung Vania telah pindah ke bawah.

Pongky juga dapat melihat betapa otot-otot di pangkal paha Vania menegang seperti sedang menahan sakit. Kedua kakinya terentang & sejenak kaku sebelum akhirnya melonjak-lonjak tak terkendali. Pongky terpaksa harus memakai seluruh bahu bagian atasnya untuk menekan tubuh Vania agar tak tergelincir jatuh.

Begitu hebat puncak birahi melanda Vania, hingga dua menit lamanya perempuan yang menggairahkan ini bagai sedang dilanda ayan. Ia menjerit, lalu mengerang, lalu menggumam, lalu hanya terengah-engah.

Pongky bangkit sesudah Vania terlihat agak tenang. Berdiri, ia melepas celana dalamnya. Kelaki-lakiannya segera terlihat tegak bergerak-gerak seirama jantungnya yang berdegup keras. Vania masih menggeliat-geliat dengan mata terpejam, menampakkan pemandangan sangat seksi di atas hamparan sprei satin mewah berwarna biru muda.

Tangan Vania mencengkram sprei bagai menahan sakit, kedua pahanya yang indah terbuka lebar, kepalanya mendongak menampakkan leher yang mulus menggairahkan, rambut pirangnya terurai bagai membingkai wajahnya yang sedang berkonsentrasi menikmati puncak birahi.

Pongky menempatkan dirinya di antara kaki Vania, lalu mengangkat kedua paha Vania, membuat kewanitaannya semakin terbuka.

Vania tersadar dari buaian orgasmenya, dengan segera menuntun kejantanan Pongky memasuki gerbang kewanitaannya. Tak sabar, ia menjepit pinggang Pongky dengan kedua kakinya, membuat pria itu terhuyung ke depan, & dengan cepat kelaki-lakiannya yang tegang segera melesak ke dalam tubuh Vania.

Bagi Pongky, rasanya seperti memasuki cengkraman licin yang panas berdenyut. Bagi Vania, rasanya seperti diterjang batang membara yang membawa geli-gatal ke seluruh dinding kewanitaannya. Belum apa-apa, Vania sudah terlanda gelombang puncak birahinya yang kedua. Begitu cepat!

Pongky pun segera melakukan tugasnya dengan baik, mendorong, menarik kejantanannya dengan cepat. Gerakannya ganas, seperti hendak meluluh-lantakkan tubuh putih Vania yang sedang menggeliat-geliat kegelian itu.

Tak kenal ampun, kejantanan Pongky menerjang-nerjang, menerobos dalam sekali hingga ke dinding belakang yang sedang berkontraksi menyambut orgasme. Vania menjerit-jerit nikmat, menyuruh Pongky lebih keras lagi bergerak, mengangkat seluruh tubuh bagian bawahnya, sehingga hanya bahu & kepalanya yang ada di atas kasur.

Pongky mengerahkan seluruh tenaganya untuk memenuhi permintaan Vania. Otot-otot bahu & lengannya kelihatan menegang & berkilat-kilat karena keringat. Pinggangnya bergerak cepat & kuat bagai piston mesin-mesin di pabrik.

Suara berkecipak terdengar setiap kali tubuhnya membentur tubuh Vania, ramai sekali di sela-sela derit ranjang yang bergoyang sangat keras.

Vania tak lagi sadar sedang berada di mana. Ia berteriak bagai kesetanan merasakan kenikmatan yang ganas & liar. Seluruh tubuhnya terasa dilanda kegelian, kegatalan yang membuat otot-otot menegang. Kewanitaannya terasa kenyal menggeliat-geliat, mendatangkan kenikmatan yang tak terlukiskan.

Setiap kali kejantangan Pongky menerobos masuk, ia merasa bagai tersiram berliter-liter air hangat yang memijati seluruh tubuhnya.

Setiap kali Pongky menariknya keluar, Vania merasa bagai terhisap pusaran air yang membawanya ke sebuah alam penuh kenikmatan belaka. Dengan mata terus terpejam, Vania menjeritkan penyerahan sekaligus pengesahan atas datangnya puncak birahi yang tak terperi.

Pongky merasakan kejantanannya bagai sedang dipilin & dihisap oleh sebuah mulut yang amat kuat sedotannya.

Ia pun tak tertahankan lagi, memuncratkan seluruh penantian panjangnya, memuntahkan seluruh rasa terpendamnya, bercipratan membanjiri seluruh rongga kewanitaan Vania yang sedang megap-megap dilanda orgasme. Vania mengerang merasakan siraman birahi panas yang seperti hendak menerobos setiap pori-pori di tubuhnya.

Vania mengerang & mengerang lagi, sebelum akhirnya terjerembab dengan tubuh bagai lumat di atas kasur. Pongky menyusul roboh menimpa tubuh putih yang licin oleh keringat itu. Nafas mereka berdua tersengal-sengal bagai perenang yang baru saja menyelesaikan pertandingan di kolam renang.

“Oh, kamu ganas sekali, Pongky. Betul-betul ganas..” kata Vania akhirnya, sesudah ia berhasil mengendalikan nafasnya yang memburu.

Pongky hanya menggumam, menenggelamkan kepalanya di antara dua payudara Vania yang besar & lembut itu.

Sesudah beberapa saat, Vania bertanya, “Berapa lama kamu di sini, Pongky?”

“Aku harus berangkat kembali Senin pagi”, jawab Pongky diwarnai keengganan. Vania terdiam.

Singkat sekali pertemuan ini, pikirnya. Sambil memeluk Pongky, ia menggumam,

“Kalau begitu kamu harus menginap di sini.”

“Bagaimana kalau aku tak mau..” jawab Pongky menggoda.

“Kalau begitu, aku yang menginap di rumah orang tuamu..” sahut Vania cepat-cepat.

Cerita Hot ABG Sange :

Pongky tertawa,

“Kalau begitu, sebaiknya aku menginap di sini!”

Dengan gemas Vania berguling menindih tubuh Pongky, menggigit bahunya cukup keras sehingga Pongky tersentak & membalasnya dengan menggulingkan kembali tubuh Vania. Mereka berdua tertawa-tawa seperti anak-anak bermain gulat.

Cairan-cairan cinta mereka berjatuhan menimpa sprei, melekat di tubuh mereka berdua, sebuah perpaduan tubuh putih mulus & tubuh coklat.

Malam itu mereka bercumbu tak henti-hentinya hingga pagi. Bagi Vania, inilah percumbuan terpanjangnya dengan Pongky, & justru terjadi saat mereka tak lagi tinggal bersama! Cerita Dewasa Sahabat Jadi Ngentot