Ibu Guru Velin Tergoda Oleh Muridnya | Tempat Cerita Sex
BandarQ online
Home » Kisah Guru » Cerita Ibu Guru Velin Tergoda Oleh Muridnya

Cerita Ibu Guru Velin Tergoda Oleh Muridnya

VIMAX Vimax

Kisah Guru vs murid Ngentot – Ada salah guru cewek yang banyak di sukai oleh murid murid dan guru cowok, namanya Bu Velin dia masih muda kira kira umurnya 27 tahun tapi dia menjadi janda karena suaminya baru saja meninggal, secara singkat body ibu velin seperti kartika dewi yang sering nongol di TV antv, body ramping , toket yang lumayan besar wajah canik.

Suatu hari Velin terpaksa harus memanggil salah satu muridnya ke rumahnya, untuk ulangan susulan. Si Eric harus mengulang sebab ia kedapatan menyontek di kelas. eric juga terkenal sebab kekekaran tubuhnya, maklum ia sudah sejak SD bergulat dengan olah raga beladiri, karenanya ia harus menjaga kebugaran tubuhnya.

Bagi Velin, kedatangan eric ke rumahnya juga merupakan suatu kebetulan. Ia juga diam-diam naksir dengan anak itu. Karenanya ia bermaksud memberi anak itu ‘pelajaran’ tambahan di Minggu siang ini.

Cerita Sex Terbaru : Ibu Guru Velin Tergoda Oleh Muridnya

cerita nyata guru ngentot 2017, koleksi cerita guru ngentot 2017, kumpulan cerita ngentot terbaru 2017, cerita sex Guru 2017, cerita guru terbaru 2017,

“Sudah selesai Eric?”,

Velin masuk kembali ke ruang tamu setelah meninggalkan eric selama satu jam untuk mengerjakan soal-soal yg diberikannya.

“Hampir bu”

“Jika sudah nanti masuk ke ruang tengah ya aku tinggal ke belakang..”

“Iya..”

“Bu Velin, aku sudah selesai”, eric masuk ke ruang tengah sambil membawa pekerjaannya.

“Ibu dimana?”

“Ada di kamar.., eric sebentar ya”, Velin berusaha membetulkan t-shirtnya.

Ia sengaja mencopot BH-nya untuk merangsang muridnya itu. Di balik kaus longgarnya itu bentuk payudaranya terlihat jelas, terlebih lagi puting susunya yg menyembul.

Begitu ia keluar, mata eric nyaris copot sebab melotot, melihat tubuh gurunya. Velin membiarkan rambut panjangnya tergerai bebas, tak seperti biasanya saat ia tampil di muka murid-muridnya.

“Kenapa ayo duduk dulu, Ibu periksa..”

cerita guru terbaru 2017, cerita guru ngentot 2017, kumpulan cerita guru ngentot 2017, cerita hot ngentot 2017,

Muka eric merah sebab malu, sebab Velin tersenyum saat pandangannya terarah ke buah dadanya.

“Bagus bagus…, Kau dapat gitu kok pakai menyontek segala..?”

“Maaf Bu, hari itu aku lupa untuk belajar..”

“oo…, begitu to?”

“Eric kau mau menolong saya?”, Velin merapatkan duduknya di karpet ke tubuh muridnya.

“Apa Ibu?”, tubuh eric bergetar ketika tangan gurunya itu merangkul dirinya, sementara tangan Velin yg satu mengusap-uasap daerah ‘vital’ nya.

“Tolong Ibu ya…, & janji jangan bocorkan pada siapa–siapa”.

“Tapi tapi…, Saya”.

“Kenapa?, oo…, kau masih perawan ya?”.Muka eric langsung saja merah mendengar perkataan Velin

“Iya”

“Nggak apa-apa”, Ibu bimbing ya.

Velin kemudian duduk di pangkuan Eric. Bibir keduanya kemudian saling berpagutan, Velin yg agresif sebab haus akan kehangatan & eric yg menurut saja ketika tubuh hangat gurunya menekan ke dadanya.

ngentot cerita 2017, cerita hot ngentot 2017, cerita nyata ngentot 2017, koleksi cerita ngentot 2017,

Ia dapat menikmati puting susu Velin yg mengeras. Lidah Velin menjelajahi mulut Eric, mencari lidahnya untuk kemudian saling berpagutan bagai ular.

Setelah puas, Velin kemudian berdiri di depan muridnya yg masih melongo. Satu demi satu pakaiannya berjatuhan ke lantai. Tubuhnya yg polos seakan akan menantang untuk diberi kehangatan oleh perjaka yg juga muridnya ini.

“Lepaskan pakaiannmu Eric”, Velin berkata sambil merebahkan dirinya di karpet. Rambut panjangnya tergerai bagai sutera ditindihi tubuhnya.

“Ahh cepat Eric”, Velin mendesah tak sabar.

Eric kemudian berlutut di samping gurunya. Ia tak tahu apa yg harus dilakukan. Pengetahuannya tentang seks hanya di dapatnya dari buku & video saja.

“Eric …, letakkan tanganmu di dada Ibu”,

Dengan gemetar eric meletakkan tangannya di dada Velin yg turun naik. Tangannya kemudian dibimbing untuk meremas-remas toket Velin yg montok itu.

“Oohh…, enakk…, begitu caranya…, remas pelan-pelan, rasakan putingnya menegang..” Dengan semangat eric melakukan apa yg gurunya katakan.

“Ibu…, Boleh aku hisap susu Ibu?”.

Velin tersenyum mendengar pertanyaan muridnya, yg berkata sambil menunduk,

“Boleh…, lakukan apa yg kau suka”.

Tubuh Velin menegang ketika menikmati jilatan & hisapan mulut pemuda itu di susunya. Perasaan yg ia pernah rasakan 3 tahun lalu saat ia masih bersama suaminya.

“Oohh…, jilat terus sayang…, ohh”,

Tangan Velin mendekap erat kepala eric ke payudaranya.

Eric semakin buas menjilati puting susu gurunya tersebut, mulutnya tanpa ia sadari menimbulkan bunyi yg nyaring. Hisapan eric makin keras, bahkan tanpa ia sadari ia gigit-gigit ringan puting gurunya tersebut.

“mm…, nakal kamu”, Velin tersenyum menikmati tingkah muridnya itu.

cerita sex terbaru 2017, cerita dewasa 2017, cerita mesum terbaru 2017, cerita sex mesum 2017,

“Sekarang coba kau lihat daerah bawah pusar Ibu”. Eric menurut saja.

Duduk diantara kaki Velin yg membuka lebar. Velin kemudian menyandarkan punggungya pada dinding di belakangnya.

“Coba kau rasakan”, ia membimbing telunjuk eric memasuki memeknya.

“Hangat Bu..

“Dapat kau rasakan ada semacam pentil…?”

“Iya..”

“Itu yg dinamakan kelentit, itu adalah titik peka cewek juga. Coba kau gosok-gosok”

Pelan-pelan jari eric mengusap-usap clitoris yg mulai menyembul itu.

“Terus…, oohh…, ya…, gosok…, gosok”,

Velin mengerinjal-gerinjal keenakan ketika clitorisnya digosok-gosok oleh Eric.”Kalo diginiin nikmat ya Bu?”, eric tersenyum sambil terus menggosok-gosok jarinya.

“Oohh…, Eric …, mm”,

tubuh Rini telah basah oleh peluh, pikirannya serasa di awang-awang, sementara bibirnya merintih- rintih keenakan.

Tangan eric semakin berani mempermainkan clitoris gurunya yg makin bergelora dirangsang birahi. Nafasnya yg semakin memburu pertanda pertahanan gurunya akan segera jebol.

“Ooaahh…, Ericc”,

Tangan Velin mencengkeram pundak muridnya, sementara tubuhnya menegang & otot-otot kewanitaannya menegang. Matanya terpejam sesaat, menikmati kenikmatan yg telah lama tak dirasakannya.

“Hmm…, kau lihai Eric …, Sekarang…, coba kau berbaring”. Eric menurut saja.

Kontolnya segera menegang ketika menikmati tangan lembut gurunya.

“Wah…, wahh.., besar sekali”,

tangan Velin segera mengusap-usap kontol yg telah mengeras tersebut.

Segera saja benda panjang & berdenyut-denyut itu masuk ke mulut Velin. Ia segera menjilati kontol muridnya itu dengan penuh semangat. Kepala kontol muridnya itu dihisapnya keras-keras, sehingga Eric merintih keenakan.

“Ahh…, enakk…,enakk”,

Eric tanpa sadar menyodok-nyodokkan pinggulnya untuk semakin menekan kontolnya makin ke dalam kuluman Velin. Gerakannya makin cepat seiring semakin kerasnya hisapan Velin.

“oohh Ibu…, Ibbuu”

Muncratlah cairan mani eric di dalam mulut Velin, yg segera menjilati cairan itu hingga tuntas.

“Hmm…, manis rasanya Eric”, Velin masih tetap menjilati kontol muridnya yg masih tegak.

“Sebentar ya aku mau minum dulu”.

Ketika Velin sedang membelakangi muridnya sambil menenggak es teh dari kulkas. Tiba-tiba ia menikmati seseorang mendekapnya dari belakang.

“Eric …, biar Ibu minum dulu”.

“Tidak…, nikmati saja ini”,

Eric yg masih tegang berat mendorong Velin ke kulkas.Gelas yg dipegang Velin jatuh, untungnya tidak pecah. Tangan Velin kini menopang tubuhnya ke permukaan pintu kulkas.

“Ibu…, sekarang!”

“Ahhkk”, Velin berteriak,

saat eric menyodokkan kontolnya dengan keras ke liang memeknya dari belakang. Dalam hatinya ia sangat menikmati hal ini, pemuda yg tadinya pasif berubah menjadi liar.

“Eric …, enakk…, ohh…, ohh”.

Tubuh Velin bagai tanpa tenaga menikmati kenikmatan yg tiada taranya. Tangan eric satu menyangga tubuhnya, sementara yg lain meremas payudaranya. & kontolnya yg keras melumat liang memeknya.

“Ibu menikmati ini khan”, bisik eric di telinganya

“Ahh…, hh”, Velin hanya merintih,

setiap menikmati sodokan keras dari belakang.

“Jawab…, Ibu”,

dengan keras eric mengulangi sodokannya.

“Ahh…,iyaa”

“Eric …, eric jangann…, di dal.. La” belum sempat ia meneruskan kalimatnya, Velin telah merasakan cairan hangat di liang memeknya menyemprot keras. Kepalang basah ia kemudian menyodokkan keras pinggulnya.

“Uuhgghh”,

kontol eric yg berlepotan mani itupun amblas lagi ke dalam liang Velin.

“Ahh”.

Kedua insan itupun tergolek lemas menikmati apa yg baru saja mereka rasakan.

Setelah kejadian dengan Eric, Velin masih sering bertemu dengannya guna mengulangi lagi perbuatan mereka. Namun yg mengganjal hati Velin adalah jika eric kemudian membocorkan hal ini ke teman- temannya.

Ketika Velin berjalan menuju mobilnya seusai sekolah bubar, perhatiannya tertumbuk pada seorang muridnya yg duduk di sepeda motor di samping mobilnya, katakanlah ia Feri. Ia berbeda dengan Eric, anaknya agak pembuat onar jika di kelas, kekar & nakal. Hatinya agak tak enak melihat situasi ini.

“Bu Velin salam dari Eric”, Feri melemparkan senyum sambil duduk di sepeda motornya.

“Terima kasih, boleh aku masuk”,

Ia harus berkata begitu sebab sepeda motor Feri menghalangi pintu mobilnya.

“Boleh…, boleh Bu aku juga ingin pelajaran tambahan seperti Eric.”

Langkah Velin terhenti seketika. Namun otaknya masih berfungsi normal, meskupun sempat kaget.

“Kau kan nilainya bagus, nggak ada masalah kan..”, sambil duduk di balik kemudi.

“Ada sedikit sih jika Ibu nggak dapat mungkin kepala guru dapat membantu saya, sekaligus melaporkan
pelajaran Eric”, Feri tersenyum penuh kemenangan.

“Apa hubungannya?”, Keringat mulai menetes di dahi Velin.

“Sudahlah kita sama-sama tahu Bu. aku jamin pasti puas”.

Tanpa menghiraukan omongan muridnya, Velin langsung menjalankan mobilnya ke rumahnya. Namun ia sempat mengamati bahwa muridnya itu mengikutinya terus hingga ia menikung untuk masuk kompleks perumahan.

Setelah mandi air hangat, ia bermaksud menonton TV di ruang tengah. Namun ketika ia hendak duduk pintu depan diketuk oleh seseorang. Velin segera menuju pintu itu, ia mengira eric yg datang. Ternyata ketika dibuka

“Feri! Kenapa kau ngikuutin saya!”, Velin agak jengkel dengan muridnya ini.

“Boleh aku masuk?”.

“Tidak!”.

“Apa guru-guru perlu tahu rahasiamu?”

.”!!”dengan geram ia mempersilakan Feri masuk.

“Enak ya rumahnya, Bu”, dengan santainya ia duduk di dekat TV.

“Pantas aja eric senang di sini”.

“Apa hubunganmu dengan Eric?, Itu urusan kami berdua”, dengan ketus Velin bertanya.

“Dia teman dekat saya. Tak ada rahasia diantara kami berdua”.

“Jadi artinya”, Kali ini Velin benar-benar kehabisan akal.

Tak tahu harus berbuat apa.

“Bu, kalo aku mau melayani Ibu lebih baik dari Eric, mau?”,

Feri bangkit dari duduknya & berdiri di depan Velin.Velin masih belum dapat menjawab pertanyaan muridnya itu. Tubuhnya panas dingin.

Velin masih belum dapat menjawab pertanyaan muridnya itu. Tubuhnya panas dingin. Belum sempat ia menjawab, Feri telah membuka ritsluiting celananya. & setelah beberapa saat kontolnya meyembul & telah berada di hadapannya.

“Bagaimana Bu, lebih besar dari eric khan?”.Feri ternyata lebih agresif dari Eric, dengan satu gerakan meraih kepala Velin & memasukkan kontolnya ke mulut Velin.

“Mmpfpphh”.

“Ahh yaa…, memang Ibu pandai dalam hal ini. Nikmati saja Bu…, nikmat kok”

Rupanya nafsu menguasai diri Velin, menikmati kontol yg besar di dalam mulutnya, ia segera mengulumnya bagai permen. Dijilatinya kepala kontol pemuda itu dengan semangat. Kontan saja Feri merintih keenakan.

“Aduhh…, nikmat sekali Bu oohh”, Feri menyodok-nyodokkan kontolnya ke dalam mulut Velin, sementara tangannya meremas-remas rambut ibu gurunya itu. Velin menikmati kontol yg diisapnya berdenyut-denyut.

Rupanya Feri sudah hendak keluar.

“oohh…, Ibu enakk…, enakk…, aahh”.Cairan mani Feri muncrat di mulut Velin, yg segera menelannya. Dijilatinya kontol yg berlepotan itu hingga bersih. Kemudian ia berdiri.

“Sudahh…, sudah selesai kau dapat pulang”, Namun Velin tak dapat memungkiri perasaannya. Ia menikmati mani Feri yg manis itu serta membayangkan bagaimana rasanya jika kontol yg besar itu masuk ke memeknya.

“Bu, ini belum selesai. Mari ke kamar, akan aku perlihatkan permainan yg sebenarnya.”

“Apa! beraninya kau memerintah!”, Namun dalam hatinya ia mau.

Karenanya tanpa berkata-kata ia berjalan ke kamarnya, Feri mengikuti saja.

Setelah ia di dalam, Velin tetap berdiri membelakangi muridnya itu. Ia mendengar suara pakaian jatuh, dugaannya pasti Feri sedang mencopoti pakaiannya. Ia pun segera mengikuti jejak Feri. Namun ketika ia hendak melepaskan kancing dasternya.

“Sini aku teruskan”, ia mendengar Feri berbisik ke telinganya.

Tangan Feri segera membuka kancing dasternya yg terletak di bagian depan. Kemudian setelah dasternya jatuh ke lantai, tangan itupun meraba-raba payudaranya. Velin juga menikmati kontol pemuda itu diantara belahan pantatnya.

“Gilaa…, besar amat”, pikirnya.

Tak lama kemudian iapun dalam keadaan polos. Kontol Feri digosok-gosokkan di antara pantatnya, sementara tangan pemuda itu meremasi payudaranya. Ketika jemari Feri meremas puting susu Velin, erangan kenikmatan pun keluar.

“mm oohh”.Feri tetap melakukan aksi peremasan itu dengan satu tangan, sementara tangan satunya melakukan operasi ke memek Velin.

“Feri…, aahh…, aahh”, Tubuh Velin menegang saat pentil clitorisnya ditekan-tekan oleh Feri.

“Enak Bu?”, Feri kembali berbisik di telinga gurunya yg telah terbakar oleh api birahi itu.

Velin hanya dapat menngerang, mendesah, & berteriak lirih. Saat usapan, remasan, & pekerjaan tangan Feri dikombinasi dengan gigitan ringan di lehernya. Tiba-tiba Feri mendorong tubuh Velin agar membungkuk. Kakinya di lebarkan.

“Kata eric ini posisi yg disukai Ibu”

“Ahhkk…, hmm…, hmmpp”, Velin menjerit, saat Feri dengan keras menghunjamkan kontolnya ke liang
memeknya dari belakang.

“Ugghh…, innii…, innii”, Feri medengus penuh gairah dengan tiap hunjaman kontolnya ke liang Velin.
Velinpun berteriak-teriak kenikmatan, saat liang memeknya yg sempit itu dilebarkan secara cepat.

“Adduuhh…, teruss.., teruss Feria…, oohh”, Kepala ibu guru itu berayun-ayun, terpengaruh oleh sodokan Feri. Tangan Feri mencengkeram pundak Velin, seolah-olah mengarahkan tubuh gurunya itu agar semakin cepat saja menelan kontolnya.

“Oohh Velin…, Rinnaa”.

Velin segera menikmati cairan hangat menyemprot di dalam memeknya dengan deras. Matanya terpejam menikmati perasaan yg tak dapat ia bayangkan.

Velin masih tergolek kelelahan di tempat tidur. Rambutnya yg hitam panjang menutupi bantalnya, dadanya yg indah naik-turun mengikuti irama nafasnya. Sementara itu memeknya sangat becek, berlepotan mani Feri & maninya sendiri.

Feri juga telajang bulat, ia duduk di tepi tempat tidur mengamati tubuh gurunya itu. Ia kemudian duduk mendekat, tangannya meraba-raba liang memek Velin, kemudian dipermainkannya pentil kelentit gurunya itu.

“mm capek…, mm”, bibir Velin mendesah saat pentilnya dipermainkan.

Sebenarnya ia sangat lelah, tapi perasaan terangsang yg ada di dalam dirinya mulai muncul lagi.
Dibukanya kakinya lebar-lebar sehingga memberikan kemudahan bagi Feri untuk memainkan clitorisnya.

“Rezz aahh”, Tubuh Velin bergetar, menggelinjang-gelinjang saat Feri mempercepat permainan tangannya.

“Bu…, balik…, Feri pengin nih”

“Nakal kau ahh”, dengan tersenyum nakal, Velin bangkit & menungging. Tangannya memegang kayu dipan tempat tidurnya. Matanya terpejam menanti sodokan kontol Feri.

Feri meraih toket Velin dari belakang & mencengkeramya dengan keras saat ia menyodokkan kontolnya yg sudah tegang.

“Adduuhh…, owwmm”, Velin mengaduh kemudian menggigit bibirnya, saat lubang memeknnya yg telah licin melebar sebab desakan kontol Feri.

“Bu Velin nikmat lho memek Ibu…, ketat”, Feri memuji sambil menggoyang-goyangkan pinggulnya.

“mm…, aahh…, ahh…, ahhkk”, Velin tak dapat bertahan untuk hanya mendesah. Ia berteriak lirih seiring gerakan Feri. Badannya digerakkannya untuk mengimbangi serangan Feri. Kenikmatan ia peroleh juga dari remasan muridnya itu.

“Ayoo…, aahh.., ahh… Mm.., buat Ibu keluuaa.. Rr lagi…”.

Gerakan Velin makin cepat menerima sodokan Feri.

Tangan Feri beralih memegangi tubuh Velin, diangkatnya gurunya itu sehingga posisinya tak lagi “doggy style”, melainkan kini Velin menduduki kontolnya dengan membelakangi dirinya. Feri kini telentang di tempat tidur yg acak-acakan & penuh oleh mani yg mengering.

“Ooww..”, Teriakan Velin terdengar keras saat ia tak dapat lagi menahan orgasmenya.

Tangannya mencengkeram tangan Feri, kepalanya mendongak menikmati kenikmatan yg menjalar ke seluruh tubuhnya. Sementara Feri sendiri tetap menusuk-nusukkan kontolnya ke memek Velin yg makin becek.

“Ayoo…, makin dalam dalamm”.

“Ahh.., aahh…, aahh..”, Feripun mulai berteriak-teriak.

“Mau kelluuaarr”

Velin sekali lagi memejamkan matanya, saat mani Feri menyemprot dalam liang memeknya. Velin kemudian ambruk menindih tubuh Feri yg basah oleh keringat. ceritasexdewasa.org Sementara diantara kaki-kaki mereka mengalir cairan hangat hasil kenikmatan mereka.

“Bu Velin…, sungguh luar biasa, Coba jika eric ada disini sekarang”.

“mm memangnya kau mau apa”, Velin kemudian merebahkan dirinya di samping Feri.
Tangannya mengusap-usap puting Feri.

“Kita dapat main bertiga, pasti lebih nikmat..”

Velin tak dapat menjawab komentar Feri, sementara perasaannya dipenuhi kebingungan.

Akhirnya hari kelulusan murid klas 3 sampai juga. Dengan demikian Velin harus berpisah dengan kedua murid yg disayanginya, terlebih lagi ketika ia harus pindah ke kota lain untuk menempati pos baru di Kanwil.

Karenanya ia memanggil eric untuk datang ke rumahnya untuk memberitahukan perihal kepindahannya.Ketika seputar Indonesia mulai ditayangkan, eric muncul. Ia langsung dipersilakan duduk.

“Bu, eric kangen lho”.
Baca Cerita Sex Guru Terbaru :

“Iya deh…, nanti. Gini, Ibu bulan depan pindah ke kota B, soalnya akan dinaikkan pangkatnya.

Jadi…, jadi…, Ibu ingin malam ini malam terakhir kita”, mata Velin berkaca-kaca ketika mengucapkan itu. Selesai Kisah Sex Guru dan Murid

One comment

  1. buat tante/cewek yg butuh temen ngobrol
    chatsex dll 5FF0CAA3
    no homo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*