Kisah Sex Office Boy Inisial YL | Tempat Cerita Sex
Home » Kisah Kiriman Email » Kisah Sex Office Boy Inisial YL

Kisah Sex Office Boy Inisial YL

VIMAX Vimax

Kisah Dewasa Terbaru, Cerita Ngentot Office Boy – Cerita berikut ini berkisah tentang dahulu dia pernah jadi OB yg sekarang ada salah satu lagunya tentang Office boy, jika ada nama yg menyerupai merupakan tidak kesengajaan dan berikut kisahnya ada orang yg memakai motor sedang memutari area komplek, terlihat dia sangat bingung mencari nomer rumah yg dia tuju, sampai pada akhirnya dia menemukan alamatnya , dia lgsung mengetuk pintu sambil memanggil nama penghuni rumah.

Pakkk pakkk paakk ada orang…kata dia, terlihat pengemudi itu masih muda dgn perawaka kurus, setelah lama mengetuk pintunya terbukalah pintu dan penghuni rumah.

Kisah Mesum Sang Office Boy Inisial YL

cerita young sex, cerita ML Younng Lex, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Hot ML, OB ngentot Bos, Cerita Porn OB, Office BOy Mesum, cerita mesum 18 2017, cerita mesum baru 2017, cerita mesum terkini 2017, cerita mesum 17 2017, cerita mesum terhot 2017, koleksi cerita mesum 2017,

Kisah Dewasa Office Boy Inisial YL

“Selamat sore pak Bintang”, tegur sang pemuda tamu setelah melepaskan helm penutup kepalanya sehingga terlihat rambutnya yg tebal agak bergelombang dgn wajahnya lumayan cukup keren berkumis, disertai senyum agak malu dan menoleh ke kiri ke kanan, ternyata jalanan itu cukup sepi.

“Selamat sore Mas YL, ayo masuk tak usah malu dan sungkan, bawa masuk aja motornya, biarpun disini biasanya cukup aman tapi kan engga tahu kalau yg niat jahat bisa ada dimana saja” demikian sambutan ramah sang tuan rumah yg berkulit jauh lebih bersih dgn raut wajah khas keturunan.

cerita young sex, cerita ML Younng Lex, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Hot ML, OB ngentot Bos, Cerita Porn OB, Office BOy Mesum, cerita mesum 18 2017, cerita mesum baru 2017, cerita mesum terkini 2017, cerita mesum 17 2017, cerita mesum terhot 2017, koleksi cerita mesum 2017,

Kisah Mesum Office Boy Inisial YL

YL mengangguk setuju lalu membawa motornya melewati pintu pagar besi itu, kemudian didorong menaiki jalur masuk kedepan garasi yg memang terletak agak tinggi dibandingkan jalan di depannya.

“Mas YL sudah makan belum ?”, tanya tuan rumah Bintang.

“Sudah pak, ditengah jalan saya mampir di warung gudeg kesenangan saya”, jawab YL,

“ini pesanan bapak saya bawakan”, lanjutnya lagi sambil menyerahkan bungkusan kecil kepada Bintang.

“Oh ya, terima kasih , ayoh masuk dan minum dulu, kan capek dijalan pasti macet tadi, kita ngobrol-ngobrol sebentar, jangan malu-malu ga ada siapa-siapa hanya istri saya di rumah, tapi dia lagi mandi”, lanjut Bintang dan menatap YL disertai kedipan mata penuh arti.

cerita young sex, cerita ML Younng Lex, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Hot ML, OB ngentot Bos, Cerita Porn OB, Office BOy Mesum, cerita mesum 18 2017, cerita mesum baru 2017, cerita mesum terkini 2017, cerita mesum 17 2017, cerita mesum terhot 2017, koleksi cerita mesum 2017,

Kisah Ngentot Office Boy Inisial YL

“Iya deh pak , tapi engga lama nanti takut hujan nih”, YL mengikut dibelakang Bintang yg masuk melewati pintu rumahnya menuju ruang terima tamu.

“Ayoh silahkan duduk, kalau hujan ya tak apa-apa, kan kini di bawah atap jadi engga basah kalau nunggu disini, dik YL mau minum hangat atau dingin segar ?”, tanya Bintang.

“Engga usah repot-repot pak, seadanya saja”, jawab YL masih agak sungkan.

cerita young sex, cerita ML Younng Lex, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Hot ML, OB ngentot Bos, Cerita Porn OB, Office BOy Mesum, cerita mesum 18 2017, cerita mesum baru 2017, cerita mesum terkini 2017, cerita mesum 17 2017, cerita mesum terhot 2017, koleksi cerita mesum 2017,

Kisah Sex Office Boy Inisial YL

“Biasanya kalau jam-jam segini enak minum teh jahe, pasti mas senang teh jahe ginseng nanti badan jadi terasa hangat, segar dan dapat tambah enersi”, lanjut Bintang, kembali dgn kalimat yg rupanya menjurus ke arah maksud tertentu.

“Nanti saya cari dan lihat dulu dimana letaknya bungkusan teh itu, maklum pembantu lagi sakit dan yg biasanya bikin teh ginseng ini istri saya, tapi mungkin dia sudah selesai mandi”, demikian Bintang sambil melanjutkan langkahnya menuju kebagian dlm rumah yg cukup besar itu. Kisah Terbaru Perselingkuhan Memek Tetangga Terwangi , Katanya????

“Baiklah pak, saya ikut aja apa yg biasanya bapak dan ibu minum di waktu sore”, jawab YL.
Bintang melangkah masuk kedapur dan ternyata disitu berdiri Lusy istrinya yg telah selesai mandi, dgn rambut masih agak tergerai di pundaknya, memakai baju rumah tanktop pendek yg hanya menutup setengah pahanya, berwarna coklat tua tipis cukup merayg tanpa BH sehingga dgn nyata terlihat puting buah dadanya dan celana dlmnya yg berbentuk string.

Lusy rupanya sedang membuat kopi dgn alat Philips Senseo sehingga aroma harum memenuhi dapur itu. Bintang memeluk istrinya Lusy dari belakang, menciumi pundak serta lehernya yg putih jenjang, jari jemarinya yg iseng meraba raba pinggang Lusy merantau ke depan lalu meremas ketiaknya, mulai meremas remas gundukan gunung kembar yg tak tertutup BH sehingga terasa sangat padat kenyal itu.

Tak sampai di situ saja Bintang mulai menarik tanktop yg dipakai istrinya sehingga naik ke atas mencapai bulatan pinggulnya, menyebabkan betis dan kedua pahanya terpampang jelas, kemudian mulai pula diraba dan dielus-elus paha serta bulatan pinggul Lusy.

“Lus, tuh si office boy udah datang, lagi nunggu di ruang tamu, rupanya kehausan juga dia, bolehlah diajak minum sekalian”, ujar Bintang sambil terus menerus menggeraygi tubuh Lusy.

“Udah ah, geli kan, mau ngapain sih dia dateng sore begini ?”, tanya Lusy sambil menggeliat geliat.

“Kan dia nganterin barang pesenan, lagian mungkin udah kangen kali pengen liat nyonya bahenol”, jawab Bintang yg sblmnya memang telah merencanakan untuk “mempersembahkan” istrinya.

“Ngga usah ya, emangnya dia sendiri engga punya bini atau simpenan”, sahut Lusy yg sebenarnya masih agak ragu dgn petualangan swinger, walaupun sudah mengetahui bahwa YL selalu “lapar” mata dan mengawasi tubuhnya jika ia datang ke kantor dimana Bintang bekerja.

Lusy dan Bintang adalah pasangan muda sangat modern dgn prinsip hidup liberal kebebasan sepenuhnya, juga termasuk dlm hubungan pasutri. Keduanya sering membaca bersama cerita erotis dlm weblog semarak di internet saat ini, dimana soal tukar pasangan dgn persetujuan kedua belah pihak juga merupakan salah satu tema yg mengundang banyak pembaca.

Mereka berdiskusi dgn terus terang dan saling menanyakan apakah misalnya Lusy keberatan jika Bintang menggauli seorang wanita lain , dan juga sebaliknya apakah Bintang bersedia “membagi” kebebasan serupa jika ada lelaki asing yg ingin mencicipi tubuh Lusy.

Mula mula Lusy sangat terkejut dgn diskusi itu, namun rupanya gairah tubuh mudanya disertai rasa ingin tahu lebih besar daripada rasa malunya.

Tentu saja sebagai seorang wanita dan istri yg menjaga diri dan tak mau disebut “murahan” begitu saja Lusy tak lgsung mengatakan setuju, hanya jika ditanyakan dan didesak apakah mau digauli oleh si office-boy dikantor, maka jawabannya selalu mengelak dan tak lgsung setuju.

“Ga ah, ntar jadi ketahuan orang lain, belum tentu si YL bisa dipercaya mau tutup mulut, lagian mau ngapain sih”, demikian selalu jawaban Lusy mengelak.

Setelah beberapa minggu dirayu dan dipancing dan “dipanasi” terus menerus dgn berbagai cara, jawaban Lusy berubah menjadi :

“Engga tahu lah, lihat aja gimana nanti, belum tentu juga dia ada minat, mungkin dia cuma senang ngawasin dan ngeliat aja, kan biasa mata lelaki begitu semua, kayak kamu juga gitu”.

Dari jawaban ini Bintang mulai merasa yakin bahwa istrinya tidak menolak mentah mentah dan ingin tahu juga apakah kesan melakukan perselingkuhan dgn izin suami sendiri.

“Udah selesai kan kopinya buat tiga orang, coba bawa deh keruang tamu, taruhan yuk si YL bakalan melotot ngeliat kamu pakai baju kaya begini”, demikian kelakar Bintang semakin menghasut istrinya.

“Kamu aja yg bawain, mau tukar pakaian yg lain”, www.tempatceritasex.com, jawab Lusy pura-pura, padahal dia sengaja pakai baju tanktop pendek dan merayg itu karena tahu OB YL di sore itu akan datang.

“Ayolah, pake malu malu gitu, abis mandi kan kelihatan seger banget, pasti kecium badannya si nyonya amoy bahenol wangi merangsang”, desak Bintang kepada istrinya.

Di sore itu memang pembantu mereka sengaja diberikan bebas jalan-jalan dan nonton film di mall ditambah uang jajan, yah mana ada pembantu muda zaman sekarang yg menolak extra bonus begitu. Dgn langkah masih agak ragu namun tetap terlihat lemah gemulai disertai lenggokan menawan tatapan pria Lusy perlahan lahan keluar dari dapur dgn membawa nampan dgn diatasnya tiga cangkir kopi dan beberapa potong coklat serta kueh kering sebagai snacks.

Meskipun agak menundukkan matanya karena harus memperhatikan cangkir kopi yg penuh namun Lusy melihat YL lgsung berdiri melihat kedatangannya dgn mata tak berkedip sama sekali.

Di saat meletakkan nampan dgn cangkir kopi dan snacks di meja tamu yg terlapis kaca itu Lusy mau tak mau harus membungkuk sehingga bagian atas baju tanktopnya terbuka untuk mata tatapan mata YL yg melotot melihat betapa putih dan montoknya belahan buah dada Lusy dan di tengah kedua gundukan itu mencuat puting yg rupanya agak mengeras entah karena dinginnya AC.

Setelah meletakkan dan membagi ketiga cangkir kopi Lusy dan Bintang kemudian duduk bersama berdampingan di kursi salon lebar , sementara YL duduk lgsung di hadapan Lusy yg berpura-pura malu menarik ujung rok tanktop yg dlm posisi duduk hanya menutup setengah pahanya.

Mereka kemudian bercakap cakap dan ngobrol ke kiri ke kanan sampai di suatu saat Bintang bertanya apakah YL sudah berkeluarga, dan dijawab olehnya “belum”.

Masih nyari pasangan yg cocok susah zaman sekarang katanya, belum lagi suasana keuangan belum mantap, untuk sendiri aja tak cukup apalagi harus menanggung keluarga lanjutnya. Mendadak HP Bintang yg terletak di meja kerja di ruangan sebelah dlm berbunyi, sehingga Bintang permisi masuk meninggalkan Lusy dan YL.

Kini keduanya hanya berdua dan terlihat bahwa Lusy agak kikuk, karena dirasakannya mata YL semakin binal mengincar tubuhnya yg merayg di bawah baju tanktop tipis. Terutama bagian buah dada serta pahanya menjadi sasaran menyebabkan Lusy ingin lebih menarik ujung tanktop ke bawah serta berusaha merapatkan belahan pahanya agar tak bisa di”intip”.

Agaknya YL makin berani dan mulai yakin bahwa wanita muda di hadapannya “kepanasan” menantikan kegiatan yg lebih menjurus maksud tertentu.

Ketika YL ingin menggeser duduknya lebih maju kearah meja untuk meletakkan cangkir kopinya, maka muncullah Bintang yg ternyata telah menukar bajunya dan telah memegang kunci mobil.

“Eeh, mau kemana kok udah ganti baju ?, tanya Lusy kaget dan menjadi agak gugup karena hal ini di luar dugaan dan tak pernah dibicarakan lebih dahulu, padahal ini sudah termasuk rencana Bintang dan YL sejak kemarin dikantor.

“Harus balik ke kantor sebentar say, ada transaksi Forex dan hedge funds tak dapat ditunda, kalau engga rugi”, jawab Bintang, “setengah jam pasti udah balik, YL tolong temani istri saya sebentar, nanti makan malam sama sama, saya ntar mau beli sate kambing, YL doyan kan ?”, lanjut Bintang.

Lusy kini sadar bahwa hal ini pasti diatur oleh Bintang dan agak jengkel juga “dijebak” namun sblm ia sempat protes Bintang telah bergegas keluar kedepan garasi, masuk ke dlm mobil kemudian melaju ke arah jalan setelah menutup pintu garasi di belakangnya, meninggalkan istrinya Lusy yg sangat terombang ambing di antara rasa tak nyaman, agak takut tapi juga tergoda oleh kenyataan bahwa kesempatan untuk selingkuh kini terbuka lebar !!!

Bintang memang telah agak lama merayu dan akhirnya berhasil membujuknya sejauh mungkin antara lain dgn mengajaknya membaca pelbagai kisah sangat erotis yg semarak di pelbagai weblog, sehingga rasa ingin tahu untuk mencoba bagaimana rasanya ML dgn lelaki asing tergugah tinggi, juga dgn lelaki pribumi asli berkulit hitam legam kasar sangat kontras dgn kulitnya yg putih bersih sebagaimana khasnya orang keturunan.

Hanya diperkirakannya bahwa semua akan berlgsung tahap demi tahap, kenalan, ketemu dan ngobrol basa basi dulu beberapa kali sblm memasuki taraf lebih lanjut, tidak lgsung sedemikian cepatnya. Lusy ingin rasanya lari keluar tapi mana mungkin dgn pakaian seperti itu selain itu untuk mundur dari permainan “sandiwara” yg tak lgsung telah disetujuinya sendiri juga terlambat.

Dari sudut matanya Lusy melihat senyum mesum YL. YL yg memang sudah bersepakat dgn Bintang kini memperoleh kesempatan seluasnya untuk mulai melakukan aksinya. Telah disepakati dgn Bintang bahwa ia boleh menggarap Lusy asalkan tidak disakiti apalagi dilukai.

Boleh dibujuk, dirayu, didesak dan yah sedikit dipaksa bolehlah, selama satu jam penuh Bintang belum akan kembali, demikian perjanjiannya, jadi YL lumayan punya waktu.

Apa yg tak diketahui oleh YL bahwa sebenarnya Bintang berniat untuk beberapa menit kemudian kembali lagi ke rumahnya, mobil akan di parkir di depan rumah sebelah, masuk diam-diam lewat pintu kecil samping garasi, lalu mengintip peristiwa swinger Lusy dgn YL si Office Boy yg beruntung.

YL melihat betapa gugupnya Lusy menghadapi situasi yg sama sekali tak diduganya itu, oleh karena itu YL berusaha sedikit mengalihkan pembicaraan sehingga lebih mudah untuk mendekati.

“Ibu senang bunga ya, bagus amat anggreknya yg dipasang dekat jendela, ngerawat sendiri bu ?”,

YL pura-pura menunjuk ke arah bunga anggrek merah muda berbintik-bintik yg memang dipasang dekat jendela. Lusy merasakan bahwa ini kesempatan untuk sedikit menghindar tatapan mata YL yg sangat haus selama ini, dan bangun dari tempat duduknya untuk berjalan ke arah bunga anggreknya.

“Iya, saya coba coba sendiri, baru mulai bulan lalu entahlah bisa tahan apa engga”, Lusy telah berdiri didepan jendela dgn hiasan anggrek kesaygannya.

Tapi justru dgn berdiri di hadapan jendela itu maka sinar matahari semakin menyorot dan menyebabkan siluet tubuhnya semakin jelas di balik tanktop tipisnya. Selain itu YL malahan memperoleh kesempatan untuk ikut berjalan dan kini telah berdiri di belakang Lusy,

Semakin lama semakin dekat sehingga tubuh mereka hampir berdempetan dan Lusy merasakan hembusan nafas hangat YL di belakang lehernya. Kemudian dirasakannya tangan YL berada di atas pundaknya , berdiam sejenak disitu kemudian mengelus serta meraba kulitnya yg mulai merinding, sblm bibir hangat YL menyentuh leher dan bahunya.

“Wah relax bu relax dikit, pundak ibu terasa sangat tegang otot ototnya, coba duduk lagi di sofa panjang bu, nanti saya pijat pasti ibu senang dan hilang tegangnya” ujar YL meneruskan usahanya.

Lusy ingin membalikkan tubuhnya namun dgn sigap YL telah memeluk pinggangnya yg ramping dgn tangan kirinya, sementara ciumannya dileher dan belakang telinga Lusy semakin gencar. Sejenak kemudian Lusy merasakan kedua tangan YL memegang pundak dan belakang lehernya yg lalu diurut dan dipijat sehingga dirasakan sedikit nyaman mengurangi ketegangan.

“Ennngmmh, udaaah ah, jangan mas, saya kan istri orang, tak baik kalau ini ketahuan orang”, protes Lusy masih berusaha mengendalikan diri, walaupun ia tahu bahwa penolakannya tak sepenuh hati.

“Emmmh, saya engga tahan lihat badan ibu, sudah lama saya pingin meraba, kini kan kita berdua, tak ada yg tahu, nikmati bu, kehausan ibu nanti akan hilang”, suara YL mendesah di telinga Lusy.

Sementara terus memijit dan mengurut dgn tangan kanannya YL melingkarkan lengan kirinya di pinggang Lusy dan perlahan lahan ditariknya mundur selangkah demi selangkah menjurus kearah sebuah bangku panjang, semacam sofa yg empuk dan cukup lebar.

Lusy menengadahkan kepalanya dan menghembuskan nafas lembut yg lama kelamaan menderu semakin cepat, kedua tangannya meraih kebelakang memegang kepala YL yg berada di belakang lehernya sambil terus menciumi bergantian kedua telinganya, menyebabkan Lusy semakin kegelian.

Langkah demi langkah YL setengah menyeret Lusy kebelakang dan keduanya telah mencapai sofa empuk yg panjang itu dimana YL lgsung menghempaskan dan meletakkan “mangsanya” yg masih berusaha segera bangun dan berdiri.

Namun YL lebih sigap dan tubuhnya yg cukup tegap berat telah menindih Lusy, dan karena rontaannya itu maka justru ia kini dlm posisi tertelungkup. Dgn keadaan ini maka YL dgn mudah menindihinya dan secara sangat pandai ia tetap memijit dan mengurut leher pundak Lusy, sementara pinggul yg begitu bulat menggairahkan ditindihnya.

Lusy tak sanggup banyak bergerak atau berontak dlm keadaan tak menguntungkan itu, hanya kedua tangannya saja terkadang menggapai ke belakang berusaha melepaskan diri dan mendorong tubuh yg menindihnya. Semua sia sia saja, bahkan dgn pergulatan itu tanktop yg dipakainya telah tersingkap naik ke pinggangnya, menyebabkan punggungnya jelas terpampang.

Sebagaimana umumnya wanita pemakai tanktop tidak mempunyai perlindungan BH di bawahnya, dan ini diketahui pula oleh YL, tangannya yg memijit leher pundak Lusy kini mulai berani turun ke bagian depan.

“Aaiiih, ooooooh, mas udah dong, jangan terusin, suami saya pasti sebentar lagi pulang, jangan aah, lepas dong, tolong saya, enggga mauuu”, Lusy semakin liar menggeliat ketika dirasakannya jari-jari YL menaiki lereng bukit kembarnya dari samping dan mulai bergerilya menekan meremas remas.

Menduga bahwa perlawanan Lusy sudah sangat menurun maka YL semakin berani, ditarik serta disingkapnya tanktop berwarna merah muda itu dgn sigap melawati bahu dan kepala Lusy dan hanya dlm waktu beberapa detik bagian atas tubuh Lusy telah telanjang tanpa penutup apapun.

Tanktop itu sengaja dibiarkan oleh YL menyelubungi kedua bahu dan lengan Lusy menyebabkan mangsanya itu sementara agak “terjirat-terbelenggu” sehingga sukar berontak melepaskan diri. Lusy semakin panik dan meronta ronta, tak diduganya bahwa YL begitu berani melangkah sejauh itu, tapi semua usahanya tidak memberikan hasil, sementara tubuhnya kini hanya tinggal memakai CD string. Selesai

One comment

  1. Utk tante kesepian ingin kepuasan sejati dijamin rahasia..saling membutuhkan jgn sungkan hub sy khusus wanita kesepian. 0816977301. Area Tangerang City dansekitarnya