Sex Pertama Kenalan Langsung Check In | Tempat Cerita Sex
BandarQ online
Home » Kisah Bokep Ngentot » Sex Pertama Kenalan Langsung Check In

Sex Pertama Kenalan Langsung Check In

VIMAX Vimax

Cerita Dewasa Ngentot, Cerita Mesum Bokep Indonesia, Cerita Seks Cewek Sange, Cerita Ngewek Memek, Sex Pertama Kenalan Langsung Check In –Pengalaman di bawah ini bisa terjadi karena aku seringnya membaca cerita sex dewasa dr situ aku pernah mengomentari sebuah cerita sex ngentot di ruang ganti, aku meninggalkan jejak berupa nama dan sebuah email, banyak rupanya khususnya cowok cowok yg mengerim pesan lewat email, dr sekian banyak aku sering membalas chatnya walau aku balas kadang sampai 2- 7 hari, memang sesempatku sja jika aku blas email.

Ada yg minta kenalan blaaa blaaa dan ada juga yg minta line ku kadang pula ada yg minta dikirimi fotoku yg telanjang, dan ngajak chek in, tapi dr kesemuanya ada salah satu cowok yg menyita perhatianku sebut sja namanya Dewa aku dan Dewa banyak ngobrolnya kadang pula kita secara blak blakan menceritakan kisah ngentot masing masing, sempat Dewa mengirim foto yg sedang ngentot dengan salah satu wanita muda entah pacarnya atau bukan aku gak tau , dia sedang bermain kuda kudaan di sebuah hotel.

Sex Pertama Kenalan Langsung Check In

cerita mesum hot, cerita ngewe memekku, cerita sex terbaru, cerita ngentot memek, cerita pasangan sange, cerita mesum sange, cerita cewek binal, cerita cewek sange, cewek sangean, cewek hot sange, cerita orgasme, orgasme wanita

Mesum Pertama Kenalan Langsung Check In

Tapi kata Dewa binalnya luar biasa kalau lagi dientot. Fotonya telanjang bulat dalam posisi telentang dan ngangkang sehingga semua ‘modalnya’ terpampang dengan jelas. Tanpa sengaja, foto Nia terlihat oleh mas Erwin ketika aqu diskusi dengan dia di kantorku.

Mas Erwin, customer yg akhir2 ini sering ngentotin aqu, iseng buka2 komputerku, dan terlihat lah foto Nia yg sangat menantang itu. Dia nanya kepadaqu, ini foto siapa. Aqu jawab itu foto cewek abgnya chattinganku di Denpasar.

cerita mesum hot, cerita ngewe memekku, cerita sex terbaru, cerita ngentot memek, cerita pasangan sange, cerita mesum sange, cerita cewek binal, cerita cewek sange, cewek sangean, cewek hot sange, cerita orgasme, orgasme wanita

Dewasa Pertama Kenalan Langsung Check In

Dia dengan sangat bernapsu nyuruh aqu kontak ke Dewa apakah Nia bisa dia book, kalau bisa dia mau ke Denpasar sambil melihat peluar bisnis yg ada disana.

Aqu bilang ke dia, aqu ikutan ya. Mas Erwin gak keberatan kalau aqupun ikut dengan dia, cuma dia mengatakan kalau Nia mau dientotnya, dia sebenarnya gak perlu aqu, jadi aqu harus cari kesibukan sendiri.

Gak masalah buat aqu kalau demikian, kan ada Dewa yg bisa aqu kontak, rasanya dia gak akan keberatan menemani aqu selama ada di Denpasar. Trnyatajawaban Dewa positif, Nia bersedia menemani mas Erwin selama berasa di Denpasar. Mas Erwin sangat bersemangat mengurus kepergian ke Denpasar. Aqupun kontak Dewa mengenai hal ini.

cerita mesum hot, cerita ngewe memekku, cerita sex terbaru, cerita ngentot memek, cerita pasangan sange, cerita mesum sange, cerita cewek binal, cerita cewek sange, cewek sangean, cewek hot sange, cerita orgasme, orgasme wanita

Sex Pertama Kenalan Langsung Check In

Sampailah aqu di Denpasar, sudah senja. Dewa dan Nia menjemput kami di airport. Nia sangat menarik, dia make kemben dan celana jin yg ketat sehingga payudaranya yg montok menyembul dengan jelas, demikian pula pantatnya yg membulat sangat memancing gairah mas Erwin untuk segera mengentotinya.

Dengan taksi, mas Erwin segera memboyong Nia ke hotel yg sudah di booknya. Aqu ditinggalkannya dengan Dewa. Dewa orangnya cukup ganteng, tinggi besar dengan badan atletis. Dewa mengajak aqu dengan mobilnya untuk mencari makan malam.

Sambil makan malam, Dewa menceritakan siapa dirinya. Dia duren – duda keren tanpa anak – wiraswasta di Bali, seumur dengan mas Erwinlah. Aqu bilang apakah aqu haru manggil dia mas, jawabnya gak udahlah.

Panggil Dewa sudah cukup, gak usah formal. Habis makan dia nanya aqu mau kemana lagi, jawabku aqu ikut kemana dia membawaqu. Malah kutambahi, Citra milik kamu selama di denpasar. Dia tersenyum mendengarnya.

“Kalau begitu, kita ke villa aja ya”, katanya.

“Vila? Diluar kota?” tanyaqu.

“Enggak kok, masih di dalem kota. Vila itu gak besar tapi punya private pool sendiri. Kamu bawa bikini gak”, jawabnya.

“Bawa Di, daleman Citra juga model bikini semua, minim dan tipis sekali”, jawabku.

Aqu sudah tau kemana arah perkataannya. Dia cuma tersenyum sja dan mengarahkan mobilnya ke vila itu. Mobilnya langsung masuk ke garasi vila, rolling door garasi pun ditutup oleh petugas vila. Dewa mengajakku turun dr mobil, aqu membawa tasku dan Dewa membawa tas yg berisi makanan dan minuman, mungkin juga pakaiannya.

Vila itu cuma satu ruang, seperti kamar hotel, isinya ranjang besar, lemari pakaian, meja makan dr kayu dan lemari es kecil, di ruangan lain ada pantri kecil dan kamar mandi. Dewa meletakkan makanan dan minuman yg dibawanya di meja pantri.

Tersedia kompor gas dan peralatan masak sederhana di pantri itu. Yg menarik, keluar dr ruang vila ada tempat terbuka yg terlindung oleh tembok yg tinggi dan pepohonan yg sangat rindang, sehingga privacy sangat terjamin.

Ada pool kecil, semacam whirlpool untuk berendam, dan ada gazebo yg berisi sipan tanpa matras. Disamping dipan ada meja kecil untuk meletakkan makanan, minuman dan peralatan kecil lainnya.
“Tempatnya nyaman ya Wa”, kataqu. Dewa hanya tersenyum, kemudian dia masuk ke kamar mandi.

Keluar dr kamar mandi dia hanya mengenakan celana pendek yg gombrong, dia menuju ke gazebo sambil membawa matrasnya. Matras diletakkan di dipan dan dia berbaring sambil membuka coca cola kaleng dan meminumnya.

“Ayo Citra, pake dong bikininya, mau pake daleman bikini kamu juga gak apa”, ajaknya.

Aqu segera melepaskan pakaian luarku, tinggallah aqu berbalut bra tipis model ikatan dan g string yg juga tipis. Aqu keluar ruang menuju gazebo.

Dewa membelalak melihat pemandangan indah yg sedang mendekatinya. “Citra kamu napsuin banget”, katanya. Aqu duduk disebelahnya, segera aqu ditariknya hingga terbaring disebelahnya. Dan yg kurasakan berikutnya adalah bibirnya yg langsung mencium bibirku dan melumat.

Aqu tergagap sesaat sebelum aqu membalas lumatannya. Aqu merasakan lidahnya menyusup ke dalam mulutku. Dan reflekku adalah mengisapnya. Lidahnya menari-nari di mulutku. Napsuku naik. Sambil melumat, tangannya juga merambah tubuhku.

Kemudian kurasakan remasan jari kasar pada payudaraku yg masih terbungkus bra tipis. Aqu menggelinjang. Menggeliat-geliat hingga pantatku terangkat naik dr matras karena rasa nikmat yg luar biasa.

Bibirnya melumatku, dan aqu menyambutnya dengan penuh napsu. Dirangkulnya tubuhku, bibirnya lebih menekan lagi. Disedotnya lidahku, sekaligus juga ludahku. Kemudian tangannya kembali meremasi kedua payudaraku, dan dilepaskannya ikatan braqu.

Ganti bibirnyalah yg menjilati dan mengemut payudara dan pentilku. Aqu nggak mampu menahan gelinjang ini, rintihan keluar dr mulutku.

Tangannya turun untuk meraih g stringku. Aqu makin tak mampu menahan napsu saat jari-jari kasar itu merabai bibir vaaginaku dr luar g string dan kemudian mengilik itilku ..aqu langsung merasa melayg karena kenikmatan itu.

Jarinya meraih vaaginaku melalui samping g stringku. Aqu rasakan ujung jari nya bermain di bibir vaaginaku. Cairan vaaginaku yg sudah mengalir sejak tadi menjadi pelumas untuk memudahkan masuknya jari-jarinya ke vaaginaku.

Dia terus menggumuli tubuhku dan merangsek ke ketiakku. Dia jilati dan sedoti ketiakku. Dia menikmati rintihan yg keluar dr bibirku. Dia nampaknya ingin memberikan sesuatu yg lain dr yg lain. Sementara jari-jarinya terus mengilik vaaginaku.

Dinding-dindingnya yg penuh saraf-saraf peka dia kutik-kutik, hingga aqu serasa kelenger kenikmatan. Dan tak terbendung lagi, cairan vaaginaku mengalir dengan derasnya. Yg semula satu jari, kini disusulkan lagi jari lainnya. Kenikmatan yg aqu terimapun bertambah. Dia tahu persis titik-titik kelemahanku.

Jari-jarinya mengarah pada G-spotku. Dan tak ayal lagi. Hanya dengan jilatan di ketiak dan kobokan jari-jari di vaaginaku, dia berhasil membuatku nyampe. Kpalanya kuraih dan kuremasi rambutnya. Kupeluk tubuhnya erat-erat dan kuhunjamkan kukuku ke punggungnya.

Pahaqu menjepit tangannya, sementara pantatku terangkat agar jarinya lebih melesek ke vaaginaku. Aqu berteriak histeris. Kakiku mengejang menahan kedutan vaaginaku yg memuntahkan cairan bening. Keringatku yg mengucur deras mengalir ke mataqu, ke pipiku, kebibirku. Kusibakkan rambutku untuk mengurangi gerahnya tubuhku.

Saat telah reda, kurasakan tangannya mengusap-usap rambutku yg basah sambil meniup-niup dengan penuh kasih sayg. Dia eluskan tangannya, dia sisir rambutku dengan jari-jarinya. Hawa dingin merasuki kpalaqu.

“Citra, kamu liar banget deh. Istirahat dulu yaa. Aqu ambilkan minum dulu”, dia masuk kembali ke pantri untuk mengambilkan minuman. Aqu dibawakan kaleng coca cola, dibukakan dan diberikannya kepadaqu.

Segera kuminum coca cola itu sampe habis. Sementara aqu masih terlena di dipan dan menarik nafas panjang sesudah nyampe tadi, dia terus menciumi dan ngusel-uselkan hidungnya ke perutku. Bahkan lidah dan bibirnya menjilati dan menyedoti keringatku. Tangannya tak henti-hentinya merabai selangkanganku.

Aqu terdiam. Aqu perlu mengembalikan staminaqu.

“Masih capek Citra”, bisiknya.

“Nggak Wa. Lagi narik napas sja. Tadi nikmat banget yaa padahal kamu belum apa-apa. Baru di utik-utik sja Citra sudah kelabakkan”, jawabku.

Dengan jawabanku tadi dengan penuh semangat dia turun dr dipan. Dia lepasin sendiri celana pendeknya. aqu sangat tergetar menyaksikan tubuhnya. Bahunya bidang. Lengannya kekar, dengan otot-otot yg kokoh.

Perutnya nggak nampak membesar, rata dengan otot-otot perut yg kencang, seperti papan penggilasan. Bukit dadanya yg kokoh, dengan dua pentil besar kecoklatan, sangat menantang menunggu gigitan dan jilatan.

Pandanganku terus meluncur ke bawah. Dan yg paling membuatku terpesona adalah penisnya yg besar, panjang, keras hingga nampak kpalanya berkilatan sangat menantang. Dengan sobekan lubang kencing yg gede, penis itu mengundang untuk diremes, dikocok dan diemut.

Sesudah telanjang Dia menarik lepas g stringku sehingga sekarang kita berdua sudah bertelanjang bulat.

“Citra, jembut kamu lebat banget, pantes kamu tadi jadi liar”, katanya sambil mengelus2 jembutku.

“Bukannya liar Wa, itu namanya menikmati”, jawabku.

Aqu mendorong tubuhnya hingga terbaring di matras. Penisnya yg keras kugelitik dengan rambutku. Kemudian kpala penisnya kubasahi dengan ludahku. Kuratakan ludah dengan jariku. Dia menggeliat kegelian.

Dengan lembut kuusap seluruh permukaan kpala penisnya yg besar, dia melenguh karena nikmatnya. Kugenggam pangkal penisnya dan kpalanya yg basah mulai kujilati. Diujung kpalanya ada setitik cairan bening.

Sambil menjilati cairan bening itu, penisnya kukocok turun naik. Terasa agak asin. Dengan lidah kujilati kpala dan leher penisnya, semua daerah sensitif kujelajahi dengan lidah. Akhirnya kpalanya kuemut dan kukeluar masukkan ke dalam mulutku.

Perutnya kuelus2, dia meremas2 rambutku. Aqu terus sja mengisap penisnya. penis yg Gede, panjang, kpalanya yg bulat berkilatan. kpalaqu dielus-elusnya. Dan dia menyibakkan rambutku agar tidak menggangu keasyikanku. dengan penuh semangat aqu terus mengulum penisnya.

“Citra, nikmat banget emutanmu”, erangnya.

“Kamu pinter banget siihh”. aqu terus memompa dengan lembut. Berkali2 aqu mengeluarkan kpala itu dr mulutku.. Aqu menjilati tepi-tepinya .. Pada pangkal kpala ada alur semacam cincin atau bingkai yg mengelilingi kpala itu.

Dan sobekan lubang kencingnya kujilati habis-habisan. “Citra, nikmatnya aah”, kembali dia mengerang.Rupanya dia tak tahan dengan rangsanganku, aqu ditariknya dr penisnya, dibaringkannya dan kembali mulutnya mengarah ke vaaginaku.

Dengan lembut dia menjilati daerah sekeliling vaaginaku, pahaqu dikangkangkan supaya dia mudah mengakses vaaginaku.

“Wa…”, ganti aqu yg melenguh keenakan. Lidahnya makin liar menjelajahi vaaginaku.

Bibir vaaginaku dikuakkan dengan jarinya dan kembali itilku yg menjadi sasaran lidahnya. Aqu makin menggelinjang gak karuan. Napasku menjadi gak teratur, “Wa .., Citra dientot dong”, erangku. Dr vaaginaku kembali membanjir cairan bening.

Dia menjilati cairan itu. Badannya kutarik, dia segera menempatkan penis besarnya di bibir vaaginaku. Pelan2 dimasukkannya sedikit demi sedikit, nikmat banget rasanya kemasukan penis yg gede banget.

Dia mulai mengenjotkan penisnya keluar masuk, mula2 pelan dan makin lama makin cepat sehingga dengan satu hentakan keras, penisnya sudah ambles semuanya di vaaginaku,

“Aah, Wa”, erangku lagi.

Dia terus sja mengenjotkan penisnya dengan keras dan cepat, sehingga akhirnya vaaginaku makin berdenyut mencengkeram penisnya dengan keras.

“Wa, terus yg cepat Wa, Citra mau nyampe, aah”, erangku dengan liar.

Dia terus sja mengenjotkan penisnya sampe akhirnya, “Aah Wa, Citra nyampe…”, kembali aqu berteriak. Dia menghentikan enjotannya. Kembali aqu dibelai2 dan bibirku diciumnya dengan mesra.

“Wa nikmat banget dientot ama kamu, baru sebentar dienjot, Citra dah nyampe,” kataqu.

Dia mencabut penisnya dan minta aqu nungging Segera ditancapkannya kembali penisnya di vaaginaku dr belakang.

Pinggulku dipeganginya sambil mengenjotkan penisnya keluar masuk dengan cepat, rasanya penis panjangnya masuk lebih dalam lagi ke vaaginaku, nikmat banget rasanya. Dia rupanya ingin merasakan macem2 gaya ngentot, segera dia telentang dan minta aqu yg diatas.

Aqu menancapkan penisnya divaaginaku dan kuturunkan tubuhku sehingga penisnya kembali ambles di vaaginaku. Aqu emnggerakkan pinggulku turun naik dan juga dengan gerakan memutar. Dia meremas2 payudaraku dan memlintir pentilku.

Aqu membungkukkan badanku sehingga dia bisa mengemut pentilku, sesekali digigitnya pelan, aqu menjerit2 karena nikmatnya.

“Citra, aqu dah mau ngecret, didalem boleh gak”, katanya sambil terus meremes payudaraku.

“Ngecretin didalem aja Wa, biar lebih nikmat”, jawabku sambil terus menaik turunkan pinggulku mengocok penisnya yg ambles di vaaginaku. Aqu kembali membungkuk, kali ini bibirnya kucium dengan ganas. Dia memegangi pinggangku.

Gerakan pinggulku makin cepat, aqu juga merasa akan nyampe lagi. Vaaginaku terasa berdenyut2, “dia aqu mau nyampe juga, bareng ya Wa”, kataqu terengah. Terus kugerakan pinggulku naik turun dengan cepat sampe akhirnya pejunya muncrat menyembur2 didalam vaaginaku.

Bersamaan dengan ngecretnya dia, aqupun nyampe kembali’

“Wa, nikmatnya..”, erangku. Aqu menelungkup lemas dibadannya, dia memelukku dan mengecup bibirku, sementara penisnya masih nancap di vaaginaku.

“Wa.. lemes banget, tapi nikmatnya luar biasa”, kataqu.

“ini baru ronde pertama lo Citra”, jawabnya.

“Citra mau kok kamu entotin sampe pagi”, kataqu. “Kita kedalem yuk”, katanya. Dia mendorongku bangun sehingga penisnya tercabut dr vaaginaku. Kita segera pindah kedalam.

Aqu berbaring kelelahan diranjang. DIa berbaring disebelahku, kayaknya dia belum puas karena tangannya kembali meremas payudaraku.

“Kamu seksi banget ya Citra, payudara kamu besar dan kenceng. Jembut kamu lebat banget, aqu suka ngentot ama yg jembutnya lebat. Mana vaagina kamu kenceng banget empotannya, aqu mau ngerasain lagi ya Citra”, katanya dan dia kembali mencium bibirku.

Dia bangun dan segera mengarah ke vaaginaku, dia tau titik lemahku ada divaaginaku. Lidahnya kembali menjilati vaaginaku. Ujung lidahnya kembali menelusup masuk ke vaaginaku. Rambutnya segera kuremas2 dan kutekankan kpalanya supaya lidahnya lebih masuk lagi ke vaaginaku.

Pantatku menggelinjang naik keatas. Dia terus sja menggarap vaaginaku, pahaqu dipeganginya erat2 sehingga aqu sulit untuk bergerak2, aqu hanya bisa mendesah2 kenikmatan. Rupanya desahanku merangsang napsunya sehingga segera dia melepaskan vaaginaku dan menaiki tubuhku.

“Wa, kamu kuat banget sih. Baru aja ngecret udah pengen masuk lagi”, keluhku. Dia tidak menjawab.

Digenggamnya penisnya, diarahkan ke vaaginaku. Aqu menggelinjang saat kpala tumpul yg bulat gede itu menyentuh dan langsung mendorong bibir vaaginaku. Kpala penisnya menguak gerbang vaaginaku.

Vaaginaku langsung menyedotnya, agar seluruh batang penis gede itu bisa dilahapnya. Uuhh .. aqu merasakan nikmat desakan penis yg hangat panas memasuki vaaginaku.Sesak. Penuh. Tak ada ruang dan celah yg tersisa.

Penis panas itu terus mendesak masuk. Rahimku terasa disodok-sodoknya. Penis itu akhirnya mentok di mulut rahimku. Kemudian dia mulai melaqukan pemompaan. Ditariknya pelan kemudian didorongnya.

Ditariknya pelan kembali dan kembali didorongnya. Begitu dia ulang-ulangi dengan frekuensi yg makin sering dan makin cepat. Dan aqu mengimbangi secara reflek. Saat dia menarik penisnya, pantatku juga menarik kecil sambil sedikit ngebor.

Dan saat dia menusukkan penisnya, pantatku cepat menjemputnya disertai goygan igelnya. Demikian secara beruntun, semakin lama makin cepat.Payudaraku bergoncang-goncang, rambutku terburai, keringatku bercampur keringatnya mengalir dan berjatuhan di tubuh masing-masing, mataqu dan matanya sama-sama melihat keatas dengan menyisakan sedikit putih matanya.

Goncangan makin cepat itu juga membuat ranjang kokoh itu ikut berderak-derak. “Citra, nikmat banget deh vaagina kamu”, dia melenguh.

“Iya Wa, penis kamu enak banget, Panjangg .. Uhh gede banget.” Posisi nikmat ini berlangsung bermenit-menit. Kulihat tubuh kekar nya tampak berkilatan karena keringatnya. keringatnya mengalir dr lehernya, terus ke dada bidangnya, dan akhirnya ke tonjolan otot di perutnya.
Dengan gemas kumainkan pentilnya yg bekilatan itu. Kugigiti, kujilati, kuremas-remas. Tambah buas gerakannya. Sodokan penisnya tambah kencang di vaaginaku dan tangannya meremes2 payudaraku.

Pada akhirnya, setelah sekian lama dia mengenjot vaaginaku dan aqu nyampe 2 kali secara berturut2, penisnya terasa berdenyut keras dan kuat sekali.. Kemudian menyusul denyut-denyut berikutnya.

Pada setiap denyutan aqu rasakan vaaginaku sepertinya disemprot air kawah yg panas. Pejunya kembali berkali-kali ngcret di dalam vaaginaku. Uhh .. Aqu jadi lemes banget. “Wa, Citra lemes Wa, tapi nikmat banget. Istirahat dulu ya Wa”, kataqu. Aqu langsung terkapar di ranjang dan tak lama kemudian aqu tertidur.

Pagi hari. Aqu terbangun karena ada ciuman di bibirku. Diluar udah terang. Dia sedang mencium bibirku. Aqu menyambut ciumannya, kayanya sarapan pagiku ya dientot lagi. wajah kami sama-sama maju saling berciuman dengan mesra dan hangat, saling menghisap bibir, lalu lama kelamaan, entah siapa yg memulai, aqu dan dia saling menghisap lidah dan ciuman pun semakin bertambah panas dan bergairah.

Ciuman dan hisapan berlanjut terus, sementara tangan nya mulai beralih dr betisku, merayap ke pahaqu dan membelainya dengan lembut. Darahku semakin berdesir. Mataqu terpejam. Kembali dia melepas bibirnya dr bibirku.

Satu tangannya masih terus membelai pahaqu, aqupun terbaring pasrah menikmati belaiannya, sementara ia sendiri membaringkan tubuhnya miring di sisiku. Dia mencium bibirku kembali, yg serta merta kubalas dengan hisapan pada lidahnya.

Mungkin saat itu gairahku semakin menggelegak akibat tangannya yg mulai beralih dr pahaqu ke selangkanganku, membelai vaaginaku.

“Mmhh.. Wa” desahku disela2 ciuman panas kami. Dr mencium bibirku, lidahnya mulai berpindah ke telinga dan leherku, dan kembali lagi ke bibir dan lidahku.Permainannya yg lembut dan tak tergesa-gesa ini membuatku terpancing menjadi semakin bernapsu, sampai akhirnya ia mulai memainkan tangannya meraba2 payudaraku, pentilku yg saat itu sudah tegak mengacung digesek2nya.

Diciuminya payudaraku, kemudian mulai menjilati pentilku.

“Ooohh.. sshh.. aachh.. Wa..” desahku langsung terlontar tak tertahankan begitu lidahnya yg basah dan kasar menggesek pentilku yg terasa sangat peka.

Dia menjilati dan menghisap payudara dan pentilku di sela-sela desah dan rintihku yg sangat menikmati gelombang rangsangannya. Dia melepas pentilku lalu bangkit berlutut mengangkangi betisku, dan mulai menciumi pahaqu.

Kembali bibirnya yg basah dan lidahnya yg kasar menghantarkan rangsangan hebat yg merebak ke seluruh tubuhku pada setiap sentuhannya di pahaqu. Apalagi ketika lidahnya menggoda selangkanganku dengan jilatannya yg sesekali melibas bibir vaaginaku.

Yg bisa kulaqukan hanya mendesah dan merintih pasrah melawan gejolak napsu. Dia mengalihkan jilatannya kejembutku yg telah begitu basah penuh lendir vaaginaku.

“Wa .. ohh..” lenguhku. Lidahnya melalap vaginaqu dr bawah sampai ke atas, menyentuh itilku.

Dia menghentikan jilatannya dan berlutut di depanku. Vaaginaku terasa panas, basah dan berdenyut-denyut melihat penisnya yg tegang besar kekar berotot.

Dia membuka kakiku hingga mengangkang lebar lebar, lalu di turunkannya pantatnya dan menuntun penisnya ke bibir vaaginaku. Terasa sekali kpala penisnya menembus vaaginaku.”Hngk! Besaar..sekalii..Wa,” erangku.

Tanpa terburu-buru, dia kembali menjilati dan menghisap pentilku yg masih mengacung dengan lembut, kadang menggodaqu dengan menggesekkan giginya pada pentilku, tak sampai menggigitnya, lalu kembali menjilati dan menghisap pentilku, nikmat banget rasanya, sementara setengah penisnya bergerak perlahan dan lembut menembus vaaginaku.

Ia menggerak-gerakkan pantatnya maju mundur dengan perlahan, membuat lendir vaaginaku semakin banyak meleleh di vaaginaku, melicinkan jalan masuk penis berototnya ini ke dalam vaaginaku tahap demi tahap.

Lidahnya yg kasar dan basah berpindah-pindah dr satu pentil ke pentil yg lain. “Ouuch.. sshh.. aachh.. teruuss.. Wa. masukin penismu yg dalaam..! oouch..niikmaatnya!” erangku.

Seluruh rongga vaaginaku terasa penuuh, kurasakan begitu nikmatnya dinding vaaginaku digesek penisnya yg keras dan besaar..!

Akhirnya seluruh penisnya yg kekar besar itu tertelan kedalam vaaginaku. Terasa bibir vaaginaku dipaksa meregang, mencengkeram otot besar dan keras ini.

Melepas pentilku, dia mulai memaju-mundurkan pantatnya perlahan, “..oouch. niikmaat..Wa..!!” aqu pun tak kuasa lagi untuk tidak merespon kenikmatan ini dengan membalas menggerakan pantatku maju-mundur dan kadang berputar menyelaraskan gerakan pantatnya, dan akhirnya napasku semakin tersengal2 diselingi desah desah penuh kenikmatan.

“hh.. sshh.. hh.. Wa..oohh ..suungguuhh.. niikmmaat.” lidahnya kembali menari di pentilku. Aqu benar benar menikmati permainannya sambil meremas-remas rambutnya. Penisnya yg dahsyat semakin cepat dan kasar menggenjot vaaginaku dan menggesek dinding vaaginaku yg mencengkeram erat.

Hisapan dan jilatannya pada pentilku pun semakin cepat dan bernapsu. Seluruh tubuhku bergelinjang liar tanpa bisa kukendalikan. Desahanku sudah berganti dengan erangan liar,

“Ahh.. Ouchh.. entootin Citra terus Wa, .. genjoott.. habis vaaginaku..!! genjoott.. penismu sampe mentok..!!”

Ooohh.. Di.. bukan maiin.. eennaaknyaa.. ngeentoot denganmu..!!” mendengar celotehanku, dia berubah menjadi semakin beringas, penisnya makin cepat dienjotkan keluar masuk vaaginaku.

Akhirnya aqu tidak bisa lagi menahan gelombang kenikmatan melanda seluruh tubuhku ”Ngghh.. nghh .. nghh.. Wa.. Akku mau nyampe..!!” pekikanku meledak menyertai gelinjang liar tubuhku sambil memeluk erat tubuhnya mencoba menahan kenikmatan dalam tubuhku.

Dia mengendalikan gerakannya yg tadinya cepat dan kasar itu menjadi perlahan sambil menekan penisnya dalam2 dengan memutar mutar keras sekalii.. Itilku yg sudah begitu mengeras habis digencetnya.www.tempatceritasex.com

“..aacchh.. Wa.. niikmaat.. tekeen.. teruuss.. itilkuu..!!” Akhirnya aqu nyampe, kupeluk tubuhnya erat sekali. wajahnya kuciumi sambil mengerang2 dikupingnya sementara dia terus menggerakkan sambil menekan penisnya secara sangat perlahan.

Tubuhku yg terkulai lemas dengan penisnya masih di dalam vaaginaku yg masih berdenyut-denyut. Tanpa tergesa-gesa, dia mengecup bibir, pipi dan leherku dengan lembut dan mesra, sementara kedua lengan kekarnya memeluk tubuh lemasku dengan erat.

Ia sama sekali tidak menggerakkan penisnya yg masih besar dan keras di dalam vaaginaku. Ia memberiku kesempatan untuk mengatur napasku yg terengah-engah.

Setelah aqu kembali “sadar” , aqu pun mulai membalas ciumannya, sehingga dia kembali memainkan lidahnya pada lidahku dan menghisap bibir dan lidahku semakin liar.

Napsuku kembali terpancing dan aqu mulai kembali menggerak-gerakkan pantatku perlahan-lahan, menggesekkan penisnya pada dinding vaaginaku. Respon gerakan pantatku membuatnya semakin liar.

Genjotan penisnya pada vaaginaku mulai cepat, kasar dan liar. Lalu dia memintaqu untuk berbalik, sambil merangkak dan menungging kubuka kakiku lebar, kutatap mukanya sayu sambil memelas

“Wa..masukin penis gedemu dr belakang kelobang vaaginaku..

” Dia pun menatap bokongku. Sambil memegang penisnya disodokannya ketempat yg dituju

”Bleess..” ..Ooohh. Wa.. teruss.. yg.. dalaam..!”! terasa besar dan panjang penisnya menyodok vaaginaku, terasa sekali gesekannya di vaaginaku yg menyempit karena tertekuk tubuhku yg sedang menungging ini.

Dia menggarapku dengan penuh napsu, tubuhku kuayun ayunkan maju mundur, ketika kebelakang kusentakan keras sekali menyambut sodokannya sehingga penis yg besar dan panjang itu lenyap tertelan vaaginaku.

“Hngk.. ngghh..dewa..Citra mau keluaar lagii.. aargghh..!!” aqu melenguh panjang, aqu nyampe lagi. Kudorong pantatku ke belakang keras sekali menancapkan penisnya yg besar sedalam-dalam2nya di dalam vaaginaku.

Terasa vaaginaku berdenyut2 mengempot penis besarnya. Setelah mengejang beberapa detik diterjang gelombang kenikmatan, tubuhku melemas dipelukannya yg menindih tubuhku dr belakang.

Berat memang tubuhnya, namun dia menyadr itu dan segera menggulingkan dirinya, rebah di sisiku. Tubuhku yg telanjang bulat bermandikan keringat terbaring pasrah di ranjang, penuh dengan rasa kepuasan.

Dia memeluk tubuhku dan mengecup pipiku, membuatku merasa semakin nyaman dan puas. “Citra aqu belum ngecret..! tolong isepin penisku dong..!” tanpa sungkan lagi kuemut penisnya, kujilati biji pelernya, bahkan selangkangannya ketika kulihat dia menggeliat geliat kenikmatan,

“..Ohh Citra.. nikmat sekalii.. teruss .. lumat penisku iseep yg daleemm.. ohh..” dia mengerang penuh semangat membuatku semakin gairah sja mengemut penisnya yg besar. untuk makin merangsang dirinya aqu merangkak dihadapannya tanpa melepaskan penisnya dr mulutku,

Kutunggingkan pantatku kuputar putar sambil kuhentak2 kebelakang. benar sja melihat gerakan erotisku dia makin mendengus2. Emutanku makin beringas, penis yg besar itu yg menyumpal mulutku, kpalaqu naik turun cepat sekali, dia menggelinjang hebat.

Akhirnya kurasakan vaaginaku ingin melahap kembali penisnya yg masih perkasa ini, www.tempatceritasex.com, dengan cepat aqu lepas penisnya dr mulutku langsung aqu merangkak ke atas tubuhnya kuraih penisnya lalu kududuki sembari ku tuju ke vaaginaku.

Bleess.. “..Ooohh..Citra..masuukin penisku semuanya..!!” dia mengerang. kuputar-putar pinggulku dengan cepatnya sekali kali kuangkat pantatku lalu kujatuhkan dengan keras sehingga penis yg besar itu melesak dalaam sekali..

“..aachh.. Citra.. putaar..habiisiin kontoolku..eennakk.. sekaallii..!!” gilirannya merintih mengerang bahkan mengejang-ngejangkan tubuhnya.

Kugenjot bahkan sambil menekan keras sekali pantatku. Penisnya kugenjot dan kupelintir habis, bahkan kukontraksikan otot2 vaaginaku sehingga penis yg besar itu terhisap dan terkenyot didalam vaaginaku.

Dia menggelinjang habis kadang mengejangkan tubuhnya sambil meremas pantatku keras sekali, kutekan lagi pantatku lebih keras, penisnya melesak seluruhnya bahkan jembutnya sudah menyatu dengan jembutku, itilku tergencet penisnya.

Badanku sedikit kumiringkan ke belakang, biji pelernya kuraih dan kuremas-remas, “..Ooohh.. aachh.. yeess.Citra”, dia membelalakan matanya. lalu dia bangkit, dengan posisi duduk ia mengemut payudaraku… aachh tubuhku semakin panaas.. kubusungkan kedua payudaraku.

“..Emut pentilku.. dua. duanya.. ..yeess..!! …sshh.. …oohh..!! erangku.

“..Ooohh.. Citra.. nikmatnya bukan main posisi ini..! penisku melesak dalam sekali menembus vaaginamu..!” dia mendengus2. kurasakan penisnya mengembung pertanda pejunya setiap saat akan meletup,

“..Ohh.. sshh..aahh.. Wa ..keluaar.. bareeng..”, erangku lagi. “..iya..Citra..aqu…udah mau ngecret”. tubuhku mengejang ketika kurasakan semburan dahsyat di dalam vaaginaku,

“..aachh. jepiit kontoolku.. yeess.. sshh..oohh..nikmaatnya.. vaaginamu Citra..!!” dia mengecretkan pejunya di dalam vaaginaku, terasa kental dan banyak sekali. Aqupun menggelinjang hebat,

“..Nggkkh..sshh.. uugghh.. Wa.. teekeen kontoolmu.. sampe mentookkhh.. aarrgghh..!!

Kutekan kujepit kekepit seluruh tubuhnya mulai penisnya, pantatnya, pinggangnya bahkan dadanya yg kekar kupeluk erat sekali. Seluruh pejunya kuperas dr penisnya yg sedang terjepit didalam vaaginaku. Nikmatnya sungguh luar biasa.

Akhirnya perlahan lahan kesadaranku pulih kembali, tubuhku terasa lemas sekali. “Wa, sarapan ini lebih nikmat dr semalem, Citra mau lagi dong”, kataqu. “Iya Citra, kamu mau gak jalan2 sama aqu keliling Bali.

Kamu bilang aja ke mas Erwin kamu mau pulang sendiri. Tiketmu diubah sja tanggal pulangnya, kamu pulang sendiri aja ke Jakarta. Kita kan bisa jalan2 sambil ngentot sepuasnya. Mau ya Citra”, dia membujukku.

Aqu tergiur juga dengan ajakannya. Aqu memberitahukan hal itu ke mas Erwin dan dia sama sekali tidak keberatan. Aqu tinggal selama beberapa hari di Bali, menikmati pemandangan yg indah dan tentu sja menikmati penis Dewa yg nikmat banget. cerita mesum hot, cerita ngewe memekku, cerita sex terbaru

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*