Cerita Mesum Legit Lubang Mertua | Tempat Cerita Sex
Home » Kisah Tante Sange » Cerita Mesum Legit Lubang Mertua

Cerita Mesum Legit Lubang Mertua

VIMAX Vimax

erita Ngentot Memek Mertua – Mitosnya jika sering mengusap bokong panic di dapur mertua nantinya akan selalu sayang seperti anak sendiri, dari situ aku mempratekkan apa benar mitos tersebut bisa dan aku mencoba untuk membutikkannya jika main dirumah orangtua aku selalu menuju ke dapaur untuk mengoles ngoles bokong panci.

Memang aku dan istriku sudah hidup sendiri dari orangtuanya, dekat masih satu kota, aku dan istriku kalau pagi sampai sore bekerja jadi kalau pagi sampai siang anakku aku titipkan ke pada mertuaku , kalau pagi aku menghantar dia kesekolah siangnya di jemput oleh mertua dan sorenya aku mampir ke rumah mertua terus membawa pulang anakku ke rumah.

Cerita Dewasa Legit Lubang Mertua

cerita selingkuh mertua, cerita sex mertua, cerita ngentot memek mertua, cerita sex sedarah, cerita dewasa terbaru, menantu haus sex, menantu doyan sex, cerita sex setengah baya 2017, cerita sex panas setengah baya 2017, cerita sex terbaru setengah baya 2017, cerita sex hot setengah baya 2017, cerita sex foto setengah baya 2017, cerita sex mesum setengah baya 2017

Cerita Mesum Legit Lubang Mertua

Perlu di ketahui mertuaku adalah janda dan ceritanya bermula dari sini, Hari itu setelah nganterin anakku ke sekolah pagi, aku sempatkan mampir ke rumah mertua mau ngasihin uang sekolah dan uang jajan anakku seperti biasanya setiap awal bulan. Hari itu suasana rumah sepi, adik-adik iparku sudah pada pergi kerja dan kuliah. Jadi hanya mertuaku, atau biasa kupanggil Mamih, di rumah.

Kuketuk pintu nggak ada yang nyahut, tapi waktu pintu kudorong, tak terkunci jadi aku langsung masuk. Karena saking kebelet kencing, aku langsung menuju kamar mandi. Kudorong pintu, terbuka dan tanpa tengok kiri kanan langsung soooooorrrr, enak tenan. Ya karena kupikir nggak ada orang dirumah, aku sudah buka celanaku sebelum masuk kamar mandi.

Eee a laaa begitu aku balik kanan mau cuci penisku yang sudah nogong dari tadi nahan kencing, di depan ku berdiri si Mamih telanjang hanya dililit handuk sebatas dada. Membelalak matanya menatap penisku, sementara akupun terbelalak menatap bodinya yang meski sudah umur tapi maih mulus, putih.

Toketnya yang seperti dua buah pepaya menggelantung, menyembul tak kuasa tertutup handuk kami berdua terpana, tak bergerak, hanya penisku yang mengacung berkejut- kejut antara mau layu sehabis kencing dan mau tetap tegar merespon mataku yang tak berkedip menatap toket yang besar menggelayut.

Toket yang besar memang selalu jadi idamanku, karena toket istriku kecil sekepal tanganku. Entah siapa yang memulai, tiba-tiba aku sudah mengelus bundaran di dada yang kenyal itu, sementara penisku juga terasa dielus-elus lembuuuuutt sekali. Aku pejamkan mataku merasakan elusan itu sambil merasakan pula kenyalnya daging birahi.

Kuplintir putingnya yang kanan dengan tangan kiriku sementara tangan kananku meremas-remas buah yang kiri. Kudengar dia melenguh membuang nafasnya yang kurasakan hangat dimukaku. Lalu kurasakan bibirnya menyentuh bibirku, mendesakkan lidahnya yang kusambut dengan membuka mulutku.

Lidahnya liar menggapai- gapai atap mulutku, mengusap-usap pangkal lidahku, niiiikkkkkkmmmaaatt banget. Belum pernah aku berciuman seperti itu seumur-umur. Aku coba imbangi dengan ikut memainkan lidahku, ternyata lebih nikmat lagi. Pelan-pelan dia tarik penisku, rupanya dia mengajakku beranjak dari kamar mandi.

Dibimbingnya tongkatku laksana seorang buta dituntun dengan menggandeng tongkatnya. Dia terus menciumku tanpa melepasnya sembari jalan menuju kamarnya yang tak begitu jauh. Sesampai di sana direbahkannya aku, telentang dan dia di atasku. Kini tak sehelai benangpun menutupi tubuhnya, sementara aku masih mengenakan baju dan celana dalam yang sudah mlorot ke paha.

Tangan kirinya tak lepas dari penisku, mengurut-urutnya sampai-sampai aku merasakan hampir bobol pertahanku, karena merasakan sesuatu yang lain dari biasanya. Tangan kanannya mulai membuka kancing- kancing bajuku, sambil mulutnya terus bertengger di mulutku, berperang lidah. Terbuka sudah seluruh tubuhku kecuali cancutku yang kini tengah diplorotin.

Dia turun ke arah selangkanganku, membelai-belai penisku yang kian menegang, terlihat mengkilat helemnya dengan setitik cairan bening di lubangnya. Tak kusangka, dia mau meloco kemaluanku. Dijilati bagian bawah batangku benar2 enak, sementara tangannya tak henti- hentinya mengusap-usap lembut buah pelirku yang penuh jembut lebat.

cerita selingkuh mertua, cerita sex mertua, cerita ngentot memek mertua, cerita sex sedarah, cerita dewasa terbaru, menantu haus sex, menantu doyan sex, cerita sex setengah baya 2017, cerita sex panas setengah baya 2017, cerita sex terbaru setengah baya 2017, cerita sex hot setengah baya 2017, cerita sex foto setengah baya 2017, cerita sex mesum setengah baya 2017

Cerita Dewasa Legit Lubang Mertua

Dan, “aaaaaakkkkkhhhh, Miiiiiiihhhh” hanya itu yang bisa kulenguhkan. Kini dimasukkannya batangku seluruhnya.

Entah sedalam apa mulutnya kok bisa menampung batang penisku yang lebih dari 12 cm. Istriku kadang suka mengeluh sakit kalau buru-buru kumasukkan basokaku ke vaginanya yang baru mulai basah.

Dia bilang basokaku gedhe banget. Temenku juga pernah bilang begitu waktu kita mandi sama-sama sehabis berenang: “Ris, penismu gede amat sih”. Memang penisku unik, sebenarnya yang gede hanya kepalanya, garis tengahnya sebesar pantat gelas plastik Aqua, tapi batangnya ke pangkal mengecil sampai sebesar pipa pralon ukuran ?.

Dilumati terus dengan berbagai teknik yang sulit digambarkan, aku nggak tahan juga. Kujambaki rambut si Mamih sambil melenguh,

“Miiiih, akkkkuuu mmmmaaaauuuu kelllllluaarrrrr ”.

“Keluarin ajahhhh, biar ku telllleeenn.

” Hiiiii, apa nggak jijik mmmmmiiiiihhh”

“Nggggaaaaa, buat awet mudaaaaa, pittttttaaaaammmmiiinnn. Sambil melenguh keras kusemburkan air mani yang sudah mendesak- desak dari tadi, beberapa kali semburan.

Lima-enam kali semprotan maniku semua nyembur di dalam mulut Mamih, tak setetespun keluar. Kudengar suara menelan, “Glleeecck glllekk”.

Lalu terus dijilati kepala penisku sampai bersih dan mengkilat lagi. Gellii banget, kalau habis keluar dipegang apalagi dijilati.

“Eeeeeeuuuuuhhhhh” Akupun menggelosor kecapaian. Plong banget rasanya dada ini setelah hampir setengah jam dipacu. Lama juga permainannya. Kupikir usai sudah permainan, eeeh nggak tahunya dia nggak juga nglepasin penisku.

Terus saja dijilati, diloco, dikocok-kocok, sambil dia membalikkan tubuhnya. Diarahkannya pantatnya ke arahku, dia masih di atasku jadi sekarang wajahku tepat di bawah vaginanya. Seumur-umur pula aku belum pernah menjilat vagina, tapi entah kenapa saat itu dengan serta merta kupegang pantatnya yang ternyata masih padat, kuturunkan sedikit sehingga vaginanya dapat kuraih dengan mulut dan lidahku.

Kujilati bibir vaginanya, kucucrup itilnya yang cukup besar yang sembunyi dibalik selaput tertutup jembut yang tak begitu tebal. Kumakan vaginanya sebisaku, kupraktekkan hasil dari nonton BF selama ini.

Dan ternyata, kurasakan vaginanya membanjir meleleh ke ujung hidungku. Baunya asem- asem sedep. Ini barangkali yang kata temen-temen, bau comberan rasa duren. Aneh juga seih, kenapa bau yang mestinya nggak sedep ini kok tercium sedep juga, bahkan kini aku semakin geram mencucrupi vaginanya.

Kutusuk-tusukkan lidahku ke lubang vaginanya yang makin berlendir. Aku sudah tak mikirin lagi penisku lagi diapain karena saking asiknya bermain dengan vaginanya yang makin lama makin mengasyikkan.

Tiba-tiba, kurasakan asin memuncrat ke lidahku dan kudengar dia mengerang seperti kesakitan:

“Riiiiiiiisssss, akkkkkkuuuuuuu???. ” Dan hhheeeeggg vagina dan pantatnya yang besar menjatuhi mukaku, menutupi seluruh wajahku membuatku nggak bisa bernafas.

Ku dorong ke samping, lantas dia menggeser badannya dan berbalik, lalu menciumiku sertubi-tubi.

“Riiissss, eennnakkkk sekalli, udah lama Mamih nggak ngerasain yang begini.

” Iya Mihh, aku juga baru kali ini ngrasain enaknya diloco, mau nggak Mamiih ngloco lagi lain kali”

“Mau dong. Kamu mau nggak ngrasain sesuatu yang belum pernah kamu rasakan selama ngewe ”

” Apa itu Miih ?”

“Ayo lah, masukin penismu ke vaginaku, kamu pasti ketagihan nanti.

” Dan permainan pun belum juga usai. Dia telentang mengangkangkan kakinya. Kulihat lubang vaginanya yang basah kuyup, dilap dengan celana dalamku, dan kini agak kering lembab.

Dituntunnya penisku memasuki gua gelap nan lembab. Bllleeeeeesss, nggak ada kesulitan karena sudah berlendir, dan rudalku juga sudah mulai ngaceng lagi setelah diloco bermenit-menit. Aku memang merasakan sesuatu yang lain.

Vaginanya terasa bergerigi, seperti ada jonjot-jonjot di dinding- dindingnya. Vagina istriku nggak seperti ini rasanya. Aku bener- bener nggak tahan. Daripada nyembur sebelum waktunya, lebih baik kutahan saja, jadi kubiarkan penisku diam dijepit vaginanya yang masih tetap kencang meski sudah melahirkan enam kali.

“Miiiih, akkuu nggakkk tahaann. Vagina Mamih ennnakkk baangeett. Kayaa ada pasirnyaaa ” Dia tersenyum penuh arti “Riiiisss, ittu belum seberapa. Kamu diaaamm saajaa, biiar kugoyang yyaahhh”. Benar saja, penisku yang ? tegang dikilir kiri kanan ke atas ke bawah.

Benar2 profesional. Terkadang kurasakan penisku seperti ditolak, didorong keluar, tapi belum sempat keluar gua, kurasakan kepalanya disedot, keras sekali. Meskipun aku diam saja, tapi penisku serasa disedot, ditiup, diplintir, ngilu-ngilu enaaaakkk sekali. Aku tak tahan, kugenjot juga akhirnya, pelan-pelan kutarik, kubenamkan lagi maju mundur.

Dan sensasi yang kurasakan semakin tak terlukiskan manakala kutarik keluar, tapi dari dalam vaginanya penisku disedotnya habis-habisan. Entah gimana caranya dia punya vagina bisa seperti mengulum-ngulum batang dan kepala penisku.

Inikah yang disebut empot ayam? Makin lama kupompa, rupanya diapun sedang menikmati pompaanku, buktinya kulihat wajahnya merah meranum dan matanya meredup-redup. Lalu tiba-tiba dia goyangkan pantatnya keras-keras kiri-kanan-kiri-kanan, diangkat tinggi-tinggi sambil melenguh

“Riiiisssss, tekeeeen yaaaaaang kerrrraaaasssss?.. aaakkuuu mmmaaaauuuu keeelluuuaaaar?.. ayyyoooo kkaaaamu jugaaaa barreeeennng biiiiaarrr taaaahhhuuu apppaaa yaaanggg mmmmaaaaammmiiih bilaaaanng taaaadddddiiiiii”.

Kutekankan keras-keras rudalku, daleeeeem sekali, sambil kupegang pantatnya, dua-duanya kuratik mendekat ke pangkal penisku. Serasa penisku amblas masuk vaginanya sampai sa peler-pelernya, daannnn

“Miiiiiihhhhhh akkkkkukelllluaaarrrrrrrr ”

“Akkkuuuuuu juggggaaaa” ?.. sesaat kurasakan dinding2 vaginanya berdenyut-denyut keras sekali tapi berirama, dan pada saat itu pula aku semburkan isi pelirnya. Serasa diperas-peras sampai pol-polan nggak tersisa sedikitpun di dalam tandonnya.

Sementara semprotan maniku sudah selesai, penisku masih merasakan denyutan-denyutan vaginanya. Hebat benar Mamihku ini. Sudah keluar juga masih mendenyut atau mungkin keluarnya panjang karena bersamaan dengan itu lalu kurasakan semburan hangat ke kepala penisku yang masih tertanam dalam sekali di gua birahinya.

cerita selingkuh mertua, cerita sex mertua, cerita ngentot memek mertua, cerita sex sedarah, cerita dewasa terbaru, menantu haus sex, menantu doyan sex, cerita sex setengah baya 2017, cerita sex panas setengah baya 2017, cerita sex terbaru setengah baya 2017, cerita sex hot setengah baya 2017, cerita sex foto setengah baya 2017, cerita sex mesum setengah baya 2017

Cerita Sex Legit Lubang Mertua

“uuuuuuuuhhhhhhhhhhhhh eeehhhhh, uuuuhhhhh” hanya itu suara yang keluar dari mulutnya. Matanya memejam, tapi kedua tangannya masih mencengkeram pantatku seolah-olah aku nggak boleh mengangkatnya. Lalu kami berduapun terdiam sejenak. Diciuminya mukaku, dijilati pipi dan telingaku, turun ke dagu, leher dan putting toketku kiri kanan.

Ooooohh nikmatnya. Baru kali ini aku merasa bener-bener puas penisku. Sebuah pengalaman baru. Ternyata makin tua, perempuan bukan makin tak enak seperti yang selama ini terpatri di benakku dan mungkin juga benak setiap lelaki, sehingga khayalannya hanya ingin mencari dan ngewe sama perempuan2 muda dan anak-anak ABG.

Terbukti kini bahwa pengalaman adalah segala-galanya. Meski mungkin vagina sudah kendor, longgar tapi teknik makin canggih, jadi rasanya lebih gurih. Kuciumi pula wajahnya, bibirnya, dagunya, lehernya dan akhirnya putting toketnya.

“Miiiihhh, gimana sih rasanya dijepit pakai toket”

“Besok datang lagi yaa, ntar Mamih jepit rudalmu. Pantesan si Ita (istriku) lengket banget sama kamu, rupanya penismu istimewa. Bagi-bagi terus sama Mamih ya biar Mamih panjang umur, makin sayang sama kamu, sama anakmu. Nanti Mamih sediain jamu biar kamu tetep seger, tambah kuat.

Malem buat Ita, pagi buat Mamiih yaah” Tingkahnya macam ABG lagi pacaran saja, menggeleyot menuntunku ke kamar mandi. Akupun dimandiin.

“Miiih, nanti si Ita dikasih resepnya, biar kelak tuanya kayak Mamih, jadi awet muda terus.

Tapi akan aku awasi habis-habisan, jangan- jangan mantuku yang ngrasain ”

“Hussh, nggak boleh, cukup Mamih saja ” Sampai saat ini hubungan ini terus berlanjut, dan kehidupan rumah tanggaku semakin bahagia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*